Penghitungan di TPS SBY tak sesuai aturan KPU

Rabu, 09 April 2014 - 17:55 WIB
Penghitungan di TPS...
Penghitungan di TPS SBY tak sesuai aturan KPU
A A A
Sindonews.com - Ada yang aneh dalam proses penghitungan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/4/2014).

Betapa tidak, penghitungan suara di tempat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beserta keluarganya itu, dimulai dari surat suara DPRD kabupaten atau kota. Kemudian, dilanjutkan penghitungan surat suara DPD. Sedangkan penghitungan surat DPR dilakukan terakhir.

"Kalau berdasar pengarahan bimbingan teknis, penghitungan suara tergantung situasi (di TPS)," ujar Ketua KPPS TPS 06, Aep Nurbaeni saat dicecar wartawan terkait dugaan kesalahan proses penghitungan suara itu, di TPS 06, Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa barat, Rabu (9/4/2014).

Disamping itu, kata dia, terdapat surat suara DPR yang masuk ke kotak DPRD kabupaten atau kota maupun DPD. Lebih lanjut dia mengatakan, penghitungan itu sudah disepakati dengan para saksi di TPS itu. "Sudah koordinasi dengan saksi. Kita maunya dari bawah dulu (penghitungan suara)," kata Aep.

Sekadar informasi, berdasarkan Peraturan KPU Nomor 5 tentang Perubahan atas PKPU Nomor 26 tahun 2013 tentang Pemungutan Suara, penghitungan surat suara dilakukan secara berurutan atau berjenjang.

Sebelumnya, pihak KPU pun sudah pernah mengingatkan agar petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengetahui betul urutan penghitungan itu.

Sesuai urutan, penghitungan harus dimulai untuk surat suara pemilu anggota DPR (warna kuning), lalu surat suara pemilu anggota DPD (merah), terakhir surat suara pemilu anggota DPRD Provinsi (biru), dan DPRD Kabupaten atau Kota (hijau).

Sementara itu, hingga saat ini, pukul 17.08 WIB, penghitungan suara di TPS belum selesai. Penghitungan suara itu dimulai sejak pukul 14.00 WIB.
(maf)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Pelanggaran Berat Kode...
Pelanggaran Berat Kode Etik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Dipecat
Oditur Militer Sampaikan...
Oditur Militer Sampaikan 12 Poin Replik Terkait Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved