KPK: Rakyat jangan tergiur iming-iming caleg
Selasa, 08 April 2014 - 13:09 WIB
KPK: Rakyat jangan tergiur iming-iming caleg
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Pandu Praja mengajak seluruh masyarakat ikut membantu memberantas korupsi. Caranya, dengan memilih calon anggota legislatif (caleg) yang jujur.
Menurutnya, pemilu yang merupakan pesta demokrasi lima tahun sekali sangat menentukan nasib bangsa ke depan. Maka dari itu, masyarakat harus mengambil bagian dengan memilih pemimpin yang berintegritas.
"KPK dalam Pemilu 2014 mencoba mengambil peran sebagai trigger untuk mengajak masyarakat memastikan bahwa pelaksanaan pemilu berjalan dengan berintegritas dan bebas korupsi," kata Adnan dalam sambutannya di acara pemasangan banner raksasa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Adnan menjelaskan, pemilu mempunyai posisi sangat strategis yang akan menentukan lima tahun ke depan. Apakah Indonesia mampu keluar dari belenggu korupsi atau malah semakin tenggelam.
Karena itu, tegas Adnan, KPK menggulirkan program pemilu berintegritas supaya melahirkan pemimpin yang pro rakyat, berintegritas dan mendukung pemberantasan korupsi.
"Pilih yang jujur merupakan tagline yang kami angkat, tagline itu lebih difokuskan bagi masyarakat pemilik suara untuk menggunakan hak pilihnya secara jujur," ucapnya.
Ditambahkannya, masyarakat harus mempunyai konsistensi niat, sikap dan perbuatan dalam menentukan pilihan sesuai dengan nilai moral dan sosial dan tidak mentoleransi politik uang.
"Independen dalam menentukan pilihan dan memiliki keteguhan hati, bebas memilih tanpa ada tekanan, tidak tergiur dengan janji dan iming-iming caleg,"tegasnya.
Menurutnya, pemilu yang merupakan pesta demokrasi lima tahun sekali sangat menentukan nasib bangsa ke depan. Maka dari itu, masyarakat harus mengambil bagian dengan memilih pemimpin yang berintegritas.
"KPK dalam Pemilu 2014 mencoba mengambil peran sebagai trigger untuk mengajak masyarakat memastikan bahwa pelaksanaan pemilu berjalan dengan berintegritas dan bebas korupsi," kata Adnan dalam sambutannya di acara pemasangan banner raksasa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (8/4/2014).
Adnan menjelaskan, pemilu mempunyai posisi sangat strategis yang akan menentukan lima tahun ke depan. Apakah Indonesia mampu keluar dari belenggu korupsi atau malah semakin tenggelam.
Karena itu, tegas Adnan, KPK menggulirkan program pemilu berintegritas supaya melahirkan pemimpin yang pro rakyat, berintegritas dan mendukung pemberantasan korupsi.
"Pilih yang jujur merupakan tagline yang kami angkat, tagline itu lebih difokuskan bagi masyarakat pemilik suara untuk menggunakan hak pilihnya secara jujur," ucapnya.
Ditambahkannya, masyarakat harus mempunyai konsistensi niat, sikap dan perbuatan dalam menentukan pilihan sesuai dengan nilai moral dan sosial dan tidak mentoleransi politik uang.
"Independen dalam menentukan pilihan dan memiliki keteguhan hati, bebas memilih tanpa ada tekanan, tidak tergiur dengan janji dan iming-iming caleg,"tegasnya.
(kri)