Keputusan sistemik Century kesepakatan Boediono dan Sri Mulyani

Selasa, 08 April 2014 - 03:03 WIB
Keputusan sistemik Century...
Keputusan sistemik Century kesepakatan Boediono dan Sri Mulyani
A A A
Sindonews.com - Mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang kini menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset Raden Pardede memastikan keputusan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik yang dikeluarkan KSSK merupakan Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono dan Sri Mulyani Indrawati yang ketika itu menjabat Ketua KSSK sekaligus mantan Menteri Keuangan (Menkeu) .

Raden Pardede menuturkan, BI sebelumnya memutus Bank Century sebagai bank gagal yang ditenggarai berdampak sistemik. Kemudian terjadi rapat tertutup 21 November 2013.

Dia menuturkan setelah surat BI yang diteken Boediono dengan diparaf seluruh Dewan Gubernur BI disamapaikan ke KSSK dan dibahas dalam rapat, KSSK memang memutus Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Keputusan KSSK itu tertuang dalam surat resmi.

"Pak Boediono mengingatkan agar berhati-hati, prudent. Kedua beliau itu, Pak Boediono dan Ibu Sri Mulyani ada kesepatakan. Kalau Ibu Sri Mulyani, dugaan saya bahwa Menteri Keuangan melihat krisis di Amerika Serikat, itu pengalamanan makanya diputus (bank gagal berdampak sistemik)," kata Raden Pardede di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin 7 April 2014.

Raden menjadi saksi dalam sidang lanjutan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia IV Bidang Pengelolaan Devisa dan Moneter Budi Mulya.

Di ketahui dalam dakwaan Budi Mulya terkait kasus korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) dan proses penetapan Bank Century (BC) sebagai bank gagal berdampak sistemik disebutkan rapat tersebut dihadiri Sri Mulyani, Rudjito, Boediono, dan Raden.

Ketua Tim Penasehat Hukum Budi Mulya, Luhut Pangaribuan langsung menanyakan kenapa krisis di Amerika menjadi patokan. Raden kemudian melanjutkan bahwa krisis keuangan tersebut tidak hanya terjadi di Amerika tapi sampai juga ke Indonesia.

Bahkan, kata dia, ada bank-bank BUMN yang juga mengalami likuiditas pada September 2008 dan meminta suntikan modal. "Ada dampaknya di Indonesia. Ada bank-bank BUMN yang mengalami likuiditas September itu. Mereka mengajukan tambahan modal, kemudian masing-masing diberikan Rp5 Triliun. Ada tiga bank, Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Itu contohnya," ujarnya.
(dam)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Wajah Baru Lapas Indonesia,...
Wajah Baru Lapas Indonesia, Dirjen Pemasyarakatan: Tak Lagi Sekadar Penjara
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
KPK Sita Dokumen Pengadaan...
KPK Sita Dokumen Pengadaan saat Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Muara Enim
Pengamat: Kenaikan Harga...
Pengamat: Kenaikan Harga Pertamax Minim Timbulkan Risiko Gejolak Sosial
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved