Caleg perempuan harus paham isu publik
Minggu, 30 Maret 2014 - 15:06 WIB
Caleg perempuan harus paham isu publik
A
A
A
Sindonews.com - Calon legislatif (caleg) perempuan DPR, DPRD, dan DPD harus lebih memahami isu-isu publik terutama isu perempuan dan anak. Ini dinilai menjadi syarat mutlak mencuri hati masyarakat.
Hal itu diungkapkan calon legislatif (Caleg) DPD Dapil DKI Jakarta Fahira Idris dalam acara Gerakan Nasional Pilih Caleg Perempuan yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (30/3/2014).
“Kewajiban kita, para caleg perempuan adalah paham isu-isu publik. Ini mutlak dikuasai. Tanpa paham isu-isu publik, pemilih tidak akan melirik apalagi memilih kita," ujar Fahira.
Fahira mengatakan, selain isu-isu pemberdayaan perempuan dan anak, caleg perempuan juga wajib paham isu-isu publik yang lebih luas terutama terkait pendidikan, kesehatan, dan juga jaminan sosial. Serta isu-isu yang lebih spesifik, seperti isu tenaga kerja wanita atau kesehatan reproduksi.
“Sebenarnya, hampir semua isu publik selalu berkaitan perempuan dan anak. Kita sebagai caleg perempuan harus lebih paham. Setelah paham dianalisa, dicari solusinya, kemudian diurai menjadi program-program aksi," ujar putri Fahmi Idris ini.
Selain punya program yang jelas dan dapat menjadi solusi persoalan publik terutama perempuan dan anak, tambah Fahira, keterpilihan perempuan pada Pemilu 2014 sangat ditentukan oleh kapabilitas dan rekam jejak caleg perempuan.
"Makanya, idealnya sebelum maju menjadi caleg, alangkah baiknya, kalau kita caleg perempuan terjun dulu ke masyarakat," pungkasnya.
Hal itu diungkapkan calon legislatif (Caleg) DPD Dapil DKI Jakarta Fahira Idris dalam acara Gerakan Nasional Pilih Caleg Perempuan yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (30/3/2014).
“Kewajiban kita, para caleg perempuan adalah paham isu-isu publik. Ini mutlak dikuasai. Tanpa paham isu-isu publik, pemilih tidak akan melirik apalagi memilih kita," ujar Fahira.
Fahira mengatakan, selain isu-isu pemberdayaan perempuan dan anak, caleg perempuan juga wajib paham isu-isu publik yang lebih luas terutama terkait pendidikan, kesehatan, dan juga jaminan sosial. Serta isu-isu yang lebih spesifik, seperti isu tenaga kerja wanita atau kesehatan reproduksi.
“Sebenarnya, hampir semua isu publik selalu berkaitan perempuan dan anak. Kita sebagai caleg perempuan harus lebih paham. Setelah paham dianalisa, dicari solusinya, kemudian diurai menjadi program-program aksi," ujar putri Fahmi Idris ini.
Selain punya program yang jelas dan dapat menjadi solusi persoalan publik terutama perempuan dan anak, tambah Fahira, keterpilihan perempuan pada Pemilu 2014 sangat ditentukan oleh kapabilitas dan rekam jejak caleg perempuan.
"Makanya, idealnya sebelum maju menjadi caleg, alangkah baiknya, kalau kita caleg perempuan terjun dulu ke masyarakat," pungkasnya.
(kri)