Hari Perempuan Sedunia, Caleg Golkar: Momentum Parpol Bantu Caleg Wanita dari Kecurangan
Jum'at, 08 Maret 2024 - 13:28 WIB
loading...
Partai Golkar yang juga Caleg, Melli Darsa. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - International Women's Day menjadi momentum partai politik (parpol) melindungi caleg perempuan dari pertarungan pasar bebas yang sarat dengan dugaan permainan kotor di Pilpres 2024. Hal ini dikatakan oleh politikus Partai Golkar yang juga Caleg , Melli Darsa.
Dorongan ini muncul kata Melli, di tengah kemungkinan banyaknya caleg perempuan berkualitas "hilang" dari daftar legislator terpilih periode mendatang.
"Sejarah perjuangan perempuan 1 abad lalu adalah hak untuk dapat memilih. Gerakan ini terus berevolusi sampai perempuan pun bisa di pilih," kata Melli, Jumat (8/3/2024).
Baca juga: Pakar Sebut Kecurangan Pemilu 2024 Jangan Dianggap Normal
"Tapi gerakan ini tidak boleh berhenti sampai di situ, gerakan ini harus sampai tahap ada kepastian perempuan intelektual dan berkualitas, duduk di legislatif. Dan ini jadi tanggung jawab penuh parpol," tambahnya.
Melli meminta pimpinan seluruh parpol, membuka mata terhadap hambatan-hambatan yang di terima caleg perempuan selama proses kampanye. Menurutnya, perempuan lebih berat tantanganya dari sisi psikologis, fisik dan materi.
Belum lagi kata dia, pandangan masyarakat yang sebagian masih patriarki dengan melihat laki-laki lebih pantas menjadi pemimpin ketimbang perempuan.
Dorongan ini muncul kata Melli, di tengah kemungkinan banyaknya caleg perempuan berkualitas "hilang" dari daftar legislator terpilih periode mendatang.
"Sejarah perjuangan perempuan 1 abad lalu adalah hak untuk dapat memilih. Gerakan ini terus berevolusi sampai perempuan pun bisa di pilih," kata Melli, Jumat (8/3/2024).
Baca juga: Pakar Sebut Kecurangan Pemilu 2024 Jangan Dianggap Normal
"Tapi gerakan ini tidak boleh berhenti sampai di situ, gerakan ini harus sampai tahap ada kepastian perempuan intelektual dan berkualitas, duduk di legislatif. Dan ini jadi tanggung jawab penuh parpol," tambahnya.
Melli meminta pimpinan seluruh parpol, membuka mata terhadap hambatan-hambatan yang di terima caleg perempuan selama proses kampanye. Menurutnya, perempuan lebih berat tantanganya dari sisi psikologis, fisik dan materi.
Belum lagi kata dia, pandangan masyarakat yang sebagian masih patriarki dengan melihat laki-laki lebih pantas menjadi pemimpin ketimbang perempuan.
Lihat Juga :