Kampanye di Palembang, Megawati soroti pasar tradisional
Sabtu, 29 Maret 2014 - 11:16 WIB
Kampanye di Palembang, Megawati soroti pasar tradisional
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak berbagai pihak untuk mengembangkan pasar tradisional sebagai salah satu basis ekonomi masyarakat.
Namun begitu, Mega juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan keterampilannya agar tetap kompetitif menghadapi pemberlakukan masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada 2015."Buah-buahan di Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini sudah banyak kalah bersaing dengan buah impor," kata Mega dalam orasinya saat kampanye terbuka di di Lapangan Bukit Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 28 Maret 2014.
Mega mengatakan hal itu merujuk saat dia blusukan ke Pasar 16 Ilir, dan melihat bagaimana buah lokal, bahkan yang khas Sumatera Selatan (Sumsel) sudah susah didapatkan. Salah satunya adalah nanas prambumulih yang dulu banyak dihasilkan petani, tapi saat ini sudah sulit dicari.
Menurut Mega, jika pasar tradisional berkembang maka buah dan makanan lokal tak akan hilang dari peredaran. Dia lalu dengan bahasa Palembang menceritakan bagaimana saat ini sulit mencari makanan khas Sumsel seperti burgo yang dulu banyak dijual tetapi sekarang tersisih oleh makanan modern.
Selain keprihatinannya atas mulai hilangnya buah dan makanan lokal, Mega dalam orasinya juga mengingatkan kepada ribuan simpatisan dan kader PDIP untuk tetap memperhatikan asupan makanan bergizi. Tidak perlu makanan yang mahal, menurut Mega, yang terpenting pertumbuhan anak sejak dini harus diperhatikan gizinya.
"Pempek itu juga bergizi karena ada ikannya, tetapi juga harus dikasih sayur. Kenapa harus dikasih gizi? supaya badan sehat, kalau badan sehat itu biar otak juga sehat supaya pintar," ungkapnya.
Mega dalam kampanyenya kemarin juga sempat tawar menawar berapa lama waktu dia orasi mengingat hujan turun deras. Namun, saat Mega hendak menutup orasinya setelah sekitar 20 menit simpatisan tetap masih meminta agar orasi diteruskan, dan disepakati akan dilanjutkan 10 menit lagi. Belum sempat meneruskan orasinya, suasana kembali bergemuruh karena teriakan meminta Mega untuk menyanyi.
Mega yang kemudian menjawab tidak bisa menyanyi lalu menyuruh Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon. Effendi kemudian menyanyi dan memanggil biduan yang sudah sejak siang menghibur warga Pelembang untuk menyanyikan lagu oplosan. Setalah itu, barulah Effendi menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo juga ikut menyumbangkan satu lagu dengan judul Demi Cinta dari Krispatih.
Diselingi menyanyi itu, kampanye dengan orasi Mega akhirnya diakhiri tanpa menutupnya. Setelah itu, secara simbolik mega mencoblos gambar banteng moncong putih berukuran besar.
Adapun dalam agenda blusukan ke Pasar 16 Ilir sekitar pukul 11.30 WIB sebelum kampanye, Mega yang didampingi Tjahjo Kumolo, Hasto Kristiyanto, Eriko Sotarduga, Trimedya Panjaitan, dan Effendi Simbolon sempat berdialog dengan sejumlah pedagang. Salah satu yang ditanyakan adalah soal buah-buahan khas Sumsel.
Namun begitu, Mega juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan keterampilannya agar tetap kompetitif menghadapi pemberlakukan masyarakat ekonomi Asean (MEA) pada 2015."Buah-buahan di Sumatera Selatan (Sumsel), saat ini sudah banyak kalah bersaing dengan buah impor," kata Mega dalam orasinya saat kampanye terbuka di di Lapangan Bukit Kuto Besak, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 28 Maret 2014.
Mega mengatakan hal itu merujuk saat dia blusukan ke Pasar 16 Ilir, dan melihat bagaimana buah lokal, bahkan yang khas Sumatera Selatan (Sumsel) sudah susah didapatkan. Salah satunya adalah nanas prambumulih yang dulu banyak dihasilkan petani, tapi saat ini sudah sulit dicari.
Menurut Mega, jika pasar tradisional berkembang maka buah dan makanan lokal tak akan hilang dari peredaran. Dia lalu dengan bahasa Palembang menceritakan bagaimana saat ini sulit mencari makanan khas Sumsel seperti burgo yang dulu banyak dijual tetapi sekarang tersisih oleh makanan modern.
Selain keprihatinannya atas mulai hilangnya buah dan makanan lokal, Mega dalam orasinya juga mengingatkan kepada ribuan simpatisan dan kader PDIP untuk tetap memperhatikan asupan makanan bergizi. Tidak perlu makanan yang mahal, menurut Mega, yang terpenting pertumbuhan anak sejak dini harus diperhatikan gizinya.
"Pempek itu juga bergizi karena ada ikannya, tetapi juga harus dikasih sayur. Kenapa harus dikasih gizi? supaya badan sehat, kalau badan sehat itu biar otak juga sehat supaya pintar," ungkapnya.
Mega dalam kampanyenya kemarin juga sempat tawar menawar berapa lama waktu dia orasi mengingat hujan turun deras. Namun, saat Mega hendak menutup orasinya setelah sekitar 20 menit simpatisan tetap masih meminta agar orasi diteruskan, dan disepakati akan dilanjutkan 10 menit lagi. Belum sempat meneruskan orasinya, suasana kembali bergemuruh karena teriakan meminta Mega untuk menyanyi.
Mega yang kemudian menjawab tidak bisa menyanyi lalu menyuruh Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon. Effendi kemudian menyanyi dan memanggil biduan yang sudah sejak siang menghibur warga Pelembang untuk menyanyikan lagu oplosan. Setalah itu, barulah Effendi menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo juga ikut menyumbangkan satu lagu dengan judul Demi Cinta dari Krispatih.
Diselingi menyanyi itu, kampanye dengan orasi Mega akhirnya diakhiri tanpa menutupnya. Setelah itu, secara simbolik mega mencoblos gambar banteng moncong putih berukuran besar.
Adapun dalam agenda blusukan ke Pasar 16 Ilir sekitar pukul 11.30 WIB sebelum kampanye, Mega yang didampingi Tjahjo Kumolo, Hasto Kristiyanto, Eriko Sotarduga, Trimedya Panjaitan, dan Effendi Simbolon sempat berdialog dengan sejumlah pedagang. Salah satu yang ditanyakan adalah soal buah-buahan khas Sumsel.
(dam)