Rakyat Banten cegah kroni Atut raih suara di Pemilu 2014
Senin, 24 Maret 2014 - 07:02 WIB
Rakyat Banten cegah kroni Atut raih suara di Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) meminta penyelenggaraan Kongres Rakyat Banten pada hari ini, Senin (24/3/14), dapat mencegah Ratu Atut Chosiyah dan kroni-kroninya kembali menguasai "Bumi Jawara".
Ketua Umum HMB Usep Mujani menyatakan, kongres harus menemukan keputusan konkret. Kongres tersebut jangan hanya dijadikan ajang seremonial tanpa menghasilkan keputusan konkret yang dapat dijadikan referensi masyarakat untuk menghadapi pemilu.
"Seyogyanya kongres tersebut dapat dijadikan momentum untuk menyepakati keputusan-keputusan konkret dalam menyelesaikan persoalan sosial politik yang tengah terjadi di Banten. Salah satunya, dengan cara mencegah Atut serta kroni-kroninya agar tidak kembali mengkonsolidasikan kekuatannya pada pemilu mendatang," ujar Usep di Jakarta, Minggu (23/3/14).
Diketahui, sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Banten rencananya akan menggelar Kongres Rakyat Banten II pada hari ini bertempat di Gedung DPRD Provinsi Banten. Kongres bertujuan untuk mengembalikan cita-cita awal pembentukan Provinsi Banten sekaligus menyikapi kondisi sosial dan politik pasca kasus korupsi yang menimpa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah beberpa bulan lalu.
Atut kini berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sudah menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur (Jaktim).
Lebih lanjut Usep menuturkan, langkah pencegahan itu harus diambil dalam kongres. Sebagaimana telah dilakukan mahasiswa Banten yang konsisten mengkampanyekan pada masyarakat agar tidak memilih kroni Atut pada Pemilu 09 April 2014 nanti.
"Mahasiswa Banten akan mendukung penuh dan akan turut terlibat dalam pelaksanaan kongres agar Banten tidak lagi dimonopoli oleh kroni Atut. Kami dari elemen mahasiswa akan mengkampanyekan pada peserta kongres untuk bersama-sama kami agar tidak memilih kroni Atut pada pemilu mendatang," paparnya.
Dia berpandangan, usaha untuk melakukan perbaikan di Banten akan gagal apabila struktur pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif masih dikuasai oleh kroni-kroni Atut. Karenanya, saat ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk sadar bahwa Atut dan kroninya adalah musuh bersama.
"Yang secara nyata telah banyak merugikan dan menyengsarakan masyarakat Banten," tandasnya.
Ketua Umum HMB Usep Mujani menyatakan, kongres harus menemukan keputusan konkret. Kongres tersebut jangan hanya dijadikan ajang seremonial tanpa menghasilkan keputusan konkret yang dapat dijadikan referensi masyarakat untuk menghadapi pemilu.
"Seyogyanya kongres tersebut dapat dijadikan momentum untuk menyepakati keputusan-keputusan konkret dalam menyelesaikan persoalan sosial politik yang tengah terjadi di Banten. Salah satunya, dengan cara mencegah Atut serta kroni-kroninya agar tidak kembali mengkonsolidasikan kekuatannya pada pemilu mendatang," ujar Usep di Jakarta, Minggu (23/3/14).
Diketahui, sejumlah tokoh dan elemen masyarakat Banten rencananya akan menggelar Kongres Rakyat Banten II pada hari ini bertempat di Gedung DPRD Provinsi Banten. Kongres bertujuan untuk mengembalikan cita-cita awal pembentukan Provinsi Banten sekaligus menyikapi kondisi sosial dan politik pasca kasus korupsi yang menimpa Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah beberpa bulan lalu.
Atut kini berstatus tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sudah menghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur (Jaktim).
Lebih lanjut Usep menuturkan, langkah pencegahan itu harus diambil dalam kongres. Sebagaimana telah dilakukan mahasiswa Banten yang konsisten mengkampanyekan pada masyarakat agar tidak memilih kroni Atut pada Pemilu 09 April 2014 nanti.
"Mahasiswa Banten akan mendukung penuh dan akan turut terlibat dalam pelaksanaan kongres agar Banten tidak lagi dimonopoli oleh kroni Atut. Kami dari elemen mahasiswa akan mengkampanyekan pada peserta kongres untuk bersama-sama kami agar tidak memilih kroni Atut pada pemilu mendatang," paparnya.
Dia berpandangan, usaha untuk melakukan perbaikan di Banten akan gagal apabila struktur pemerintahan baik eksekutif maupun legislatif masih dikuasai oleh kroni-kroni Atut. Karenanya, saat ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk sadar bahwa Atut dan kroninya adalah musuh bersama.
"Yang secara nyata telah banyak merugikan dan menyengsarakan masyarakat Banten," tandasnya.
(hyk)