Timwas duga intelijen bermain dalam skandal Century

Minggu, 23 Maret 2014 - 18:46 WIB
Timwas duga intelijen...
Timwas duga intelijen bermain dalam skandal Century
A A A
Sindonews.com - Pernyataan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), semakin menguatkan dugaan adanya kekuatan di atas Sri Mulyani dan Boediono, ikut bermain dalam dugaan skandal bailout Bank Century.

Kepada KPK, Anas telah mengungkap hasil audit akuntan independen tentang neraca dana kampanye Partai Demokrat. Anas curiga, ada aliran dana Bank Century yang digunakan untuk kampanye Pilpres 2009.

"Sebab, ada sejumlah identitas donatur dipalsukan alias fiktif. Terdaftar, namun mereka sebenarnya tidak menyumbang," kata Anggota Timwas Century DPR, Bambang Soesatyo, lewat rilisnya, Minggu (23/3/2014).

Menurutnya, apa yang dikemukakan Anas mengonfirmasi temuan Pansus DPR untuk kasus Bank Century tentang kejanggalan profil nasabah penerima dana bailout Bank Century.

"Faktor kejanggalan profil nasabah dan donatur ini mengindikasikan adanya operasi rahasia yang menunggangi keputusan KSSK menyetujui bailout Bank Century," ucapnya.

Seperti diketahui, volume bailout yang disetujui KSSK hanya Rp632 miliar. Rupanya, ada rekomendasi lain kepada LPS untuk mencairkan dan mendistribusikan dana LPS hingga membengkak sampai angka Rp6,7 triliun usai Pilpres Juli 2009.

Itu sebabnya, Ketika pers menanyakan masalah ini kepada mantan Gubernur BI Boediono, dia menunjuk LPS sebagai pihak yang layak memberi penjelasan. Tak mau dikambinghitamkan, LPS sudah membantah Boediono.

Pertanyaannya, mengapa LPS nekad mengelontorkan bailout melampaui jumlah yang direkomendasikan Sri Mulyani-Boediono? Bambang menduga, tanpa sepengetahuan KSSK, ada operasi atau perintah rahasia kepada LPS.

"Perintah rahasia untuk pencairan bailout itu pasti datang dari institusi di atas KSSK yang sangat powerfull, sehingga LPS pun tak berani menolak," ungkapnya.

Lalu, mengapa Ketua KSSK terkaget-kaget dan hanya bisa marah? Pertama, karena Sri Mulyani sadar bahwa operasi rahasia pencairan dana di LPS itu telah diskenariokan sedemikian rupa, sehingga berada di luar kendali KSSK.

"Nah, kalau segala sesuatunya bisa dipaksakan, bisa jadi itu adalah kerja atau operasi intelijen," pungkas Bambang.

Timwas Century: Ada aktor utama di balik Boediono
(maf)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Endus Potensi Rekayasa Konstitusi RUU Pemilu: Ada Bahaya yang Mengintai
Ponpes Tambakberas Jadi...
Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Mashum Faqih: Panggilan Para Muassis NU
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved