Melaut, ribuan nelayan di Tegal pilih golput

Kamis, 20 Maret 2014 - 22:30 WIB
Melaut, ribuan nelayan...
Melaut, ribuan nelayan di Tegal pilih golput
A A A
Sindonews.com - Ribuan nelayan di Kota dan Kabupaten Tegal, dipastikan tidak menggunakan hak pilihnya di Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang. Mereka lebih memilih untuk melaut ketimbang mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal Mahmud Efendi mengatakan, sebanyak 300 kapal nelayan sudah berangkat melaut sejak akhir Februari seiring kondisi cuaca di perairan Laut Jawa yang sudah membaik.

Sekali melaut, mereka biasanya baru pulang satu hingga tiga bulan kemudian. "Jadi kemungkinan besar ya tidak ikut mencoblos," kata Mahmud, kepada Sindonews, Kamis (20/03/2014).

Tiap kapal yang melaut, biasanya diawaki oleh 35 anak buah kapal (ABK). Sehingga jika dikalikan, terdapat sekira 9.000 nelayan yang saat ini sudah melaut. Sebagian besar kapal-kapal tersebut, merupakan kapal berukuran besar dengan ukuran 30 grass ton (GT).

"Kapal besar sekali melaut bisa sampai tiga bulan. Yang lebih kecil lagi satu bulan sekali melaut," terang Mahmud.

Berdasarkan pengalaman pemilu yang digelar sebelumnya, nelayan lebih memilih untuk melaut ketimbang mendatangi TPS. Sebab jika tidak melaut, nelayan tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Apalagi kalau sudah di laut, tidak mungkin mendadak pulang untuk mencoblos. Kecuali kalau ada aturan satu bulan sebelum pemilu tidak boleh melaut," tandas Mahmud.

Sementara itu, Wakil Ketua HNSI Kabupaten Tegal Guntur Setiawan mengungkapkan hal serupa. "Ada sekitar 1.000-an nelayan yang sudah melaut," ungkapnya.

Menurut Mahmud, nelayan yang sudah melaut biasanya baru pulang saat terang bulan, karena saat itu jumlah ikan yang bisa ditangkap mulai menurun. "Tanggal 9 April itu kemungkinan belum terang bulan, jadi nelayan belum akan pulang," jelasnya.

Salah satu nelayan Darso (34) dengan terang-terangan mengaku tidak akan bisa mencoblos pada 9 April mendatang. "Tidak mencoblos karena pas tanggal itu sudah berangkat melaut," pungkasnya.
(san)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Wamentan Sudaryono Dikabarkan...
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Refly Harun Soroti Putusan...
Refly Harun Soroti Putusan Hakim Praperadilan Roy Suryo: Hak Menggugat Tak Bisa Dibatasi
Presiden Prabowo Pimpin...
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Pelantikan Perwira TNI-Polri di Istana Pagi Ini
Panglima TNI Instruksikan...
Panglima TNI Instruksikan Seluruh Prajurit Bantu Penanganan Sampah Nasional
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved