Tak ada yang istimewa dari pencapresan Jokowi

Senin, 17 Maret 2014 - 19:58 WIB
Tak ada yang istimewa...
Tak ada yang istimewa dari pencapresan Jokowi
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah resmi mengusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), sebagai calon presiden (capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Sejumlah pihak mengungkapkan komentarnya, terkait deklarasi Jokowi jadi capres tersebut. Kali ini tanggapan datang dari pengurus sekaligus Bendahara Umum Lembaga Pengkajian Dan Informasi Pembangunan Bangsa (LPIPB), Jimmy S.

Menurut Jimmy, pendeklarasian tersebut tidak perlu dikhawatirkan. "Deklarasi Jokowi adalah hal yang biasa, tak ada yang istimewa. Itu merupakan hak politik setiap warga negara Indonesia, untuk dicalonkan atau mencalonkan diri," ujar Jimmy, pada wartawan, Senin (17/3/2014).

Para partai pesaing, seperti halnya Partai Gerindra, lanjut Jimmy, seharusnya tidak perlu khawatir. Apalagi Gerindra masih memiliki kader yakni Wakil Gubernur Basuki T Purnama (Ahok), yang masih konsisten mengemban jabatan sebagai pemimpin DKI.

Justru, peristiwa ini harusnya membuat Gerindra dan calon presiden yang diusungnya Prabowo Subianto bisa lebih termotivasi lagi. Jimmy menilai, Gerindra bisa merapatkan barisan untuk berjuang dalam pemenangan Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 mendatang.

"Jangan malah terlelap dengan persoalan pencapresan Jokowi, atau sibuk berkonflik politik dengan mengungkit Perjanjian Batutulis. Sebaiknya Gerindra lebih fokus pada pileg yang sudah di depan mata, demi meraih target suara sebanyak-banyaknya," tuturnya.

Lebih lanjut ungkap Jimmy, dalam kebijakan yang diambil Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dalam memberikan mandat pada Jokowi, adalah sah-sah saja. Namun begitu, sebaiknya dasar pencalonan Jokowi sebagai capres, tidak didasarkan pada hasil poling atau survei semata. "Sebab, kalau hanya berdasarkan survei, bisa menjadi blunder," ucapnya.

Menurut Jimmy, dalam membenahi DKI Jakarta, sebenarnya Jokowi tidak harus menjadi presiden. Karena ia cukup melakukan saja program kerja yang pro rakyat, kalau terjadi kendala dengan di pemerintah pusat, biarkan masyarakat yang menilai.

"Contoh dalam pembahasan APBD 2014 dan 2013 banyak anggota dewan ingin menjegal. Tapi setelah Pemprov DKI membuka ke publik dan media, DPRD DKI yang mendapat kecaman dan akhirnya menyetujui juga APBD. Artinya kekuatan penuh ada di masyarakat," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Benny Harman Demokrat...
Benny Harman Demokrat Endus Potensi Rekayasa Konstitusi RUU Pemilu: Ada Bahaya yang Mengintai
Ponpes Tambakberas Jadi...
Ponpes Tambakberas Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU, Gus Mashum Faqih: Panggilan Para Muassis NU
Candi Prambanan Jadi...
Candi Prambanan Jadi Saksi Persahabatan Indonesia-India, Prabowo dan Modi Resmikan Konservasi
Prabowo Beri Pelukan...
Prabowo Beri Pelukan Hangat Modi, Antar Kepulangan di Bandara YIA
Nadiem Makarim Serahkan...
Nadiem Makarim Serahkan Memori Banding setelah Divonis 10 Tahun Penjara
Sidang Lengkap IV Dewan...
Sidang Lengkap IV Dewan Hisbah 2026, Ketum Persis: Fatwa Harus Jadi Solusi Umat
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved