KPK bertele-tele usut Century

Sabtu, 08 Maret 2014 - 17:20 WIB
KPK bertele-tele usut...
KPK bertele-tele usut Century
A A A
Sindonews.com - Koordinator Forum Transparansi untuk Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak tegas dalam menangani kasus dugaan bailout Bank Century.

"KPK saat ini melakukan zigzag, tidak langsung menembak siapa yang bertanggungjawab, tapi bidik deputi gubernur paling lemah," kata Uchok saat diskusi bertajuk 'Century Bikin Ngeri' Sindo Polemik, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2014).

Dia tak menampik, proses penanganan kasus senilai Rp6,7 triliun tersebut sudah masuk ke ranah politik. Baginya, wajar jika proses tersebut masuk ke ranah politik. Sebab, KPK terlampau lambat dalam menangani kasus tersebut.

Ucok melanjutkan, keterangan dari terdakwa mantan Deputi IV Bank Indonesia (BI) Budi Mulya saat sidang di Pengadilan Tipikor bisa dijadikan pintu masuk untuk menjerat pihak lain, termasuk dugaan keteribatan Wakil Presiden (Wapres) Boediono, yang namanya disebut sekira 65 kali dalam surat dakwaan Budi Mulya.

"KPK sudah ngomong, Century berlanjut atau tidak, tanggung jawab di persidangan. ini semua ada di tangan JPU (Jaksa Penuntut Umum) dan Budi Mulya," ujarnya.

Selain itu, lewat dakwaan Budi Mulya itu, pintu masuk bagi KPK untuk mengembangkan kasus tersebut. Dia berharap Budi Mulya mau membongkar semua yang terlibat, selain dugaan keterlibatan Boediono.

"Kalau menurut pengalaman saya, KPK lakukan zigzag, Sri Mulyani adalah salah satu yang bertanggungjawab atas Bank Century, dia punya banyak bukti," tambahnya.

Oleh karena itu, dalam pengusutan mega skandal tersebut, KPK harus menggunakan fakta persidangan untuk menjerat pihak lain. Menurutnya, kasus Century tak cukup sampai pada dugaan keterlibatan Boediono dan Sri Mulyani, tetapi kata dia masih dimungkinkan keterlibatan pihak lain.

Sidang perdana Century, 65 kali nama Boediono disebut
(maf)
Berita Terkait
Eks Deputi Gubernur...
Eks Deputi Gubernur BI Budi Mulya Ajukan Peninjauan Kembali ke MA
Batalkan Putusan PK...
Batalkan Putusan PK Pertama, MA Bebaskan Terpidana Bank Century
International Budget...
International Budget Partnership: Perpu Covid-19 Untuk Kepentingan Elit Ekonomi dan Politik
Mau Punya Mobil Seperti...
Mau Punya Mobil Seperti CEO Toyota? Siap-Siap, Century GRMN SUV Segera Meluncur!
Fahri Sindir Proyek...
Fahri Sindir Proyek Kereta Cepat: Presiden Nyaris Disalahkan karena Talangi Bank Rugi
3 Film yang Memiliki...
3 Film yang Memiliki Alur Cerita Mirip 20th Century Girl, Kisah Cinta Pertama Berakhir Nyesek
Berita Terkini
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Dialihkan dari Polri ke Kejaksaan, Kapuspenkum: Bentuk Kolaborasi
Komisi III DPR: Penyerahan...
Komisi III DPR: Penyerahan Kasus Mantan Jampidsus ke Kejagung Cegah Gesekan Antarinstitusi
Yusril Ingatkan Kejagung...
Yusril Ingatkan Kejagung Profesional dan Transparan Tangani Kasus Febrie Adriansyah
BPOM Bongkar Peredaran...
BPOM Bongkar Peredaran 2,1 Juta Kosmetik Ilegal Senilai Rp35,8 Miliar
Bertemu Panglima TNI,...
Bertemu Panglima TNI, Kapolri Ungkap Ada yang Ingin Pecah Belah Sinergitas TNI-Polri
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved