KPU siapkan 14 TPS untuk Pileg di Hong Kong

Sabtu, 08 Maret 2014 - 17:05 WIB
KPU siapkan 14 TPS untuk...
KPU siapkan 14 TPS untuk Pileg di Hong Kong
A A A
Sindonews.com - Pemungutan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di luar negeri, akan diselenggarakan mulai 30 Maret 2014, terutama untuk negara Hong Kong. Maka itu, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) berencana mendirikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang mudah dijangkau pemilih di Hongkong.

Untuk pemilih di Hongkong, PPLN akan mendirikan sebanyak 14 TPS di Victoria Park. Tempat tersebut merupakan tempat favorit bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dalam menghabiskan akhir pekan.

"Kebanyakan TPS di luar negeri berada di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan Konjen (Konsulat Jenderal) RI. Di Hong Kong, pemerintah setempat memberi lampu hijau untuk menggunakan Victoria Park sebagai TPS. Di sana akan didirikan 14 TPS," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Jakarta, Sabtu (8/3/2014).

Ferry melanjutkan, rencana mendirikan TPS di kantor perwakilan Hong Kong batal. Pasalnya, lokasi tersebut kurang memadai. Sementara dipilihnya Victoria Park memang kebutuhan PPLN untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Hong Kong.

Dia mengungkapkan, pemilih di Hong Kong tercatat sebanyak 102.265 orang. Meski pemilih disediakan lewat jalur pos, tetapi pemilih di Hong Kong lebih tertarik menggunakan hak pilihnya di lokasi keramaian.

"Kita prediksi, kendala nanti kalau ada yang pindah memilih dari luar ke Hong Kong. Kekhawatiran kita adalah soal ketersediaan surat suara. Begitu juga dikhawatirkan ada pemilih yang pindah dari Hong Kong, pulang ke dalam negeri," ungkapnya.

Sementara itu, untuk mensukseskan pemungutan suara di luar negeri, KPU memberikan perhatian khusus di tiga wilayah. Tiga wilayah itu antara lain tersebar di Asia Timur seperti China, Jepang dan Hong Kong, lalu Malaysia, dan terakhir Arab Saudi.

Menurutnya, saat ini logistik surat suara dan lainnya diprediksi tiba 16 Maret. "Untuk logistik Kuala Lumpur rencana keberangkatan dari Indonesia pada 9 dan 10 Maret, dan tiba di sana 12 Maret. Sementara logistik untuk Hong Kong, logistik baru tiba 14 Maret. Karakteristik pemilih di Hong Kong lewat TPS dan pos relatif sama," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Sistem Proporsional...
Sistem Proporsional Terbuka Dinilai Hadirkan Praktik Pasar Bebas
Bakal Caleg Partai Hanura...
Bakal Caleg Partai Hanura Diminta Tidak Boleh Menyerah
Eep Saefullah Fatah:...
Eep Saefullah Fatah: Sekolah Politik Bina Insan Mulia Dongkrak Suara PKB di 2024
Relawan Sobat Bang Hendra...
Relawan Sobat Bang Hendra Perkuat Pondasi Tim se-Jakpus dan Jaksel
Hari Pertama Pendaftaran,...
Hari Pertama Pendaftaran, Belum Ada Ajukan Gugatan Sengketa Pileg 2024 ke MK
MK Gelar Sidang Sengketa...
MK Gelar Sidang Sengketa Pileg 2024 Pekan Depan, Dibagi dalam 3 Panel
Berita Terkini
Momen Salam Komando...
Momen Salam Komando Jaksa Agung dan Kapolri
Ketua Komisi III DPR...
Ketua Komisi III DPR Sebut Penahanan Febrie Adriansyah Sangat Urgent
Mensos Tegaskan Pemain...
Mensos Tegaskan Pemain Judol dan ASN Tak Lagi Jadi Penerima Bansos
Polri Gandeng FBI Cek...
Polri Gandeng FBI Cek Dolar yang Disita dari Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah
Kejagung Tegaskan Febrie...
Kejagung Tegaskan Febrie Adriansyah Tidak ke Luar Negeri
Ketua Komite III DPD...
Ketua Komite III DPD RI Desak Kemenkes Percepat Pengadaan Alat Deteksi HIV pada Bayi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved