Timwas Century 'tantang' Boediono
Sabtu, 08 Maret 2014 - 15:35 WIB
Timwas Century 'tantang' Boediono
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Century Bambang Soesatyo meminta kepada Wakil Presiden (Wapres) Boediono, agar melawan atas kasus yang mengaitkan dirinya dengan dugaan bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun.
Maka itu, permintaan Timwas Century kepada Boediono agar datang memenuhi panggilan Timwas untuk dipatuhi. Sebab, kehadiran Boediono membuka kesempatan bagi dia untuk membantah tuduhan yang dialamatkan selama ini tidak benar.
Dia menilai, Boediono terkesan melindungi aktor intelektual di balik bailout Bank Century. Sehingga mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu, saat ini menjadi 'terhakimi' di depan publik.
"Dia (Boediono) harus buka kotak pandora, jadi intinya kita harap dia bisa penuhi undangan DPR untuk menjelaskan dari A sampai Z," kata Bambang saat diskusi Polemik Sindo, Cikini, Jakarta Pusat (8/3/2014).
Dia menambahkan, kesempatan tersebut juga bisa dimanfaatkan Boediono untuk menampik segala tuduhan yang ada dalam surat dakwaan terdakwa mantan Deputi IV BI Budi Mulya, yang menyebut nama Boediono hingga 65 kali saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana korupsi (Tipikor), Kamis 6 Maret 2014.
"Sehingga publik memahami posisi Pak Boediono, bukan beliau ngotot untuk tidak hadir, tutup mata dengan pencairan FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) itu, karena telah terjadi penyimpangan," sambungnya.
Sidang perdana Century, 65 kali nama Boediono disebut
Maka itu, permintaan Timwas Century kepada Boediono agar datang memenuhi panggilan Timwas untuk dipatuhi. Sebab, kehadiran Boediono membuka kesempatan bagi dia untuk membantah tuduhan yang dialamatkan selama ini tidak benar.
Dia menilai, Boediono terkesan melindungi aktor intelektual di balik bailout Bank Century. Sehingga mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) itu, saat ini menjadi 'terhakimi' di depan publik.
"Dia (Boediono) harus buka kotak pandora, jadi intinya kita harap dia bisa penuhi undangan DPR untuk menjelaskan dari A sampai Z," kata Bambang saat diskusi Polemik Sindo, Cikini, Jakarta Pusat (8/3/2014).
Dia menambahkan, kesempatan tersebut juga bisa dimanfaatkan Boediono untuk menampik segala tuduhan yang ada dalam surat dakwaan terdakwa mantan Deputi IV BI Budi Mulya, yang menyebut nama Boediono hingga 65 kali saat sidang di Pengadilan Tindak Pidana korupsi (Tipikor), Kamis 6 Maret 2014.
"Sehingga publik memahami posisi Pak Boediono, bukan beliau ngotot untuk tidak hadir, tutup mata dengan pencairan FPJP (Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek) itu, karena telah terjadi penyimpangan," sambungnya.
Sidang perdana Century, 65 kali nama Boediono disebut
(maf)