PDIP janjikan APBN pro rakyat
Sabtu, 08 Maret 2014 - 05:27 WIB
PDIP janjikan APBN pro rakyat
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah menyusun platform ekonomi jika dalam Pemilu dan Pilpres 2014 nanti dipercaya oleh rakyat untuk memegang pemerintahan. Dalam platform ekonominya itu, PDIP menjanjikan APBN yang disusun benar-benar pro rakyat dan tak terbebani utang luar negeri.
“Dalam lima tahun periode pemerintahan, kita sudah dapat mempersembahkan ke masyarakat, APBN yang pasti sudah surplus alias tak defisit,” kata Ketua Tim Penyusun Platform Ekonomi PDIP M Prakosa, saat konferensi pers, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat 7 Maret 2014.
Dalam konferensi pers tersebut Prakosa didampingi oleh Tim Platform Ekonomi PDIP lainnya yakni Arif Budimanta dan Imam Sugema, serta dipandu oleh Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Prakosa menjelaskan, APBN yang akan disiapkan PDIP adalah program tahunan dari turunan konsep Pembangunan Semesta Berencana untuk pembangunan Indonesia 25 tahun ke depan. Konsep itu secara garis besar bertitik tolak dari perwujudan prinsip Trisakti yang diajarkan Bung Karno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.
“Pembangunan Semesta Berencana 25 Tahun itu juga terdiri dari program lima tahunan yang bernama Agenda Strategis Pemerintahan, dan program tahunan lengkap dengan postur APBN,” ujar Ketua DPP PDIP ini.
Anggota Tim Penyusun Platform Ekonomi PDIP Arif Budimanta menambahkan, konsep APBN yang disusun nanti benar-benar pro rakyat dan tak terbebani utang luar negeri. Jika PDIP memegang pemerintahan, kata dia, maka hal yang utama menjadi garis tegasnya adalah agar APBN terus-menerus defisit sehingga ditutup dengan utang.
“Dengan APBN yang surplus, maka akan lebih menjamin kedaulatan Indonesia sehingga keuangan negara bisa memakmurkan rakyat. Jadi kita bisa punya saving yang cukup. Itu cermin kedaulatan,” ujarnya.
Arif lalu membandingkan APBN saat ini yang defisitnya selalu meningkat setiap tahunnya. Dan hal itu diperparah karena untuk menambal defisit itu pemerintah selalu mengandalkan utang.
“Jangan hutang jadi opsi pertama. Begitu hutang, masih ada konsultan dari luar negeri dan kita yang bayar. Artinya pembuatan kebijakan jadi enggak netral, bukan demi kedaulatan bangsa tapi didikte oleh pemberi hutang,” jelasnya.
Sementara Imam Sugema mengatakan, bahwa konsep ekonomi yang mengandalkan utang luar negeri justru bisa membawa Indonesia semakin terjerumus ke jurang krisis. Menurut dia, kebijakan fiskal yang terus mengandalkan utang sama saja memasukkan Indonesia dalam perangkap utang.
“Sebab, Indonesia juga harus membayar bunga utang. Artinya utang tak akan pernah lunas. Dan itu hanya bisa diubah dengan perubahan kebijakan fiscal,” katanya.
Dia melanjutkan, kelak jika APBN sudah surplus, maka secara otomatis akan menjamin posisi tawar Indonesia dengan negara lain. Hal penting dari itu, Indonesia bisa fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Ada tiga komponen utama yang harus kita kembangkan dalam pembangunan SDM, yakni sistem pendidikan, bidang kesehatan, dan kualitas pangan. Jadi dalam konsep ekonomi kita ini akan fokus pada pembangunan SDM, karena tidak ada suatu negara yang maju tanpa modal SDM yang bagus,” jelasnya.
“Dalam lima tahun periode pemerintahan, kita sudah dapat mempersembahkan ke masyarakat, APBN yang pasti sudah surplus alias tak defisit,” kata Ketua Tim Penyusun Platform Ekonomi PDIP M Prakosa, saat konferensi pers, di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat 7 Maret 2014.
Dalam konferensi pers tersebut Prakosa didampingi oleh Tim Platform Ekonomi PDIP lainnya yakni Arif Budimanta dan Imam Sugema, serta dipandu oleh Wakil Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Prakosa menjelaskan, APBN yang akan disiapkan PDIP adalah program tahunan dari turunan konsep Pembangunan Semesta Berencana untuk pembangunan Indonesia 25 tahun ke depan. Konsep itu secara garis besar bertitik tolak dari perwujudan prinsip Trisakti yang diajarkan Bung Karno, yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.
“Pembangunan Semesta Berencana 25 Tahun itu juga terdiri dari program lima tahunan yang bernama Agenda Strategis Pemerintahan, dan program tahunan lengkap dengan postur APBN,” ujar Ketua DPP PDIP ini.
Anggota Tim Penyusun Platform Ekonomi PDIP Arif Budimanta menambahkan, konsep APBN yang disusun nanti benar-benar pro rakyat dan tak terbebani utang luar negeri. Jika PDIP memegang pemerintahan, kata dia, maka hal yang utama menjadi garis tegasnya adalah agar APBN terus-menerus defisit sehingga ditutup dengan utang.
“Dengan APBN yang surplus, maka akan lebih menjamin kedaulatan Indonesia sehingga keuangan negara bisa memakmurkan rakyat. Jadi kita bisa punya saving yang cukup. Itu cermin kedaulatan,” ujarnya.
Arif lalu membandingkan APBN saat ini yang defisitnya selalu meningkat setiap tahunnya. Dan hal itu diperparah karena untuk menambal defisit itu pemerintah selalu mengandalkan utang.
“Jangan hutang jadi opsi pertama. Begitu hutang, masih ada konsultan dari luar negeri dan kita yang bayar. Artinya pembuatan kebijakan jadi enggak netral, bukan demi kedaulatan bangsa tapi didikte oleh pemberi hutang,” jelasnya.
Sementara Imam Sugema mengatakan, bahwa konsep ekonomi yang mengandalkan utang luar negeri justru bisa membawa Indonesia semakin terjerumus ke jurang krisis. Menurut dia, kebijakan fiskal yang terus mengandalkan utang sama saja memasukkan Indonesia dalam perangkap utang.
“Sebab, Indonesia juga harus membayar bunga utang. Artinya utang tak akan pernah lunas. Dan itu hanya bisa diubah dengan perubahan kebijakan fiscal,” katanya.
Dia melanjutkan, kelak jika APBN sudah surplus, maka secara otomatis akan menjamin posisi tawar Indonesia dengan negara lain. Hal penting dari itu, Indonesia bisa fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Ada tiga komponen utama yang harus kita kembangkan dalam pembangunan SDM, yakni sistem pendidikan, bidang kesehatan, dan kualitas pangan. Jadi dalam konsep ekonomi kita ini akan fokus pada pembangunan SDM, karena tidak ada suatu negara yang maju tanpa modal SDM yang bagus,” jelasnya.
(kri)