Antara Anas, Demokrat & Hambalang belum final
Selasa, 14 Januari 2014 - 04:31 WIB
Antara Anas, Demokrat & Hambalang belum final
A
A
A
Sindonews.com - Ditahannya mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Hambalang, dinilai akan membuat konflik di Demokrat semakin memanas.
"Meski begitu Anas tidak memusuhi Demokrat, dia sayang dengan Demokrat. Dia bangun Demokrat dari jaringan bawah, dia tidak muncul di tingkat nasional atau pusat, dimulai dari bawah, di daerah," kata peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, saat dihubungi Sindonews, Senin 13 Januari 2014, malam.
"Kasus Anas, Demokrat di Hambalang ini belum final, kita ingin melihat fakta hukumnya, harus ada transparansi, pencerdasan terhadap publik. Antara hukum dan politik harus dijernihkan," imbuhnya.
Diketahui, raut wajahnya tampak teduh dan tenang. Begitulah kondisi Anas Urbaningrum yang langsung ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sekira lima jam sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran proyek pembangunan Sport Center Hambalang dan atau proyek lainnya.
Mantan Ketua Umum PB HMI ini terlihat dari sela-sela pintu menuju ruang steril sekira pukul 18.45 WIB dan sudah mengenakan rompi tahanan KPK oranye bergaris hitam. Sesaat kemudian, Anas keluar, beberapa kader Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) langsung bertakbir.
Disertai petugas KPK dan satu polisi Anas terlihat sedikit menyunggingkan senyum. Dalam keterangannya, Anas mengaku sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dan ditahan perjam 18.00 WIB.
"Ini adalah hari yang bersejarah buat saya. Hari ini adalah bagian yang penting untuk saya menemukan keadilan dan kebenaran," ujar Anas di depan Gedung KPK, Jumat 10 Januari, malam.
Yang kedua, pendiri PPI ini menyampaikan ucapan terima kasi karena sudah ditahan kemarin. Surat penahannya, kata Anas ditandatangani oleh Ketua KPK Abraham Samad. Untuk itu dia berterima kasih kepada Abraham.
Anas tak lupa berterima kasih kepada kedua penyidik yang memeriksanya yakni Endang Karsa dan Bambang Sukoco serta tim penyidik yang dipimpin Heri Muryanto dan lain-lain.
"Di atas segala, terima kasih kepada Pak SBY. Mudah-mudahan peristiwa ini punya arti punya makna dan menjadi hadiah tahun baru 2014. Yang lain-lain nanti saja. Yang saya yakin adalah bahwa ketika berjuang tentang kebenaran dan keadilan, saya yakin betul ujungnya kebenaran akan menang. Terima kasih," tandasnya.
Berita ditahan, Anas ucapkan terima kasih kepada SBY.
"Meski begitu Anas tidak memusuhi Demokrat, dia sayang dengan Demokrat. Dia bangun Demokrat dari jaringan bawah, dia tidak muncul di tingkat nasional atau pusat, dimulai dari bawah, di daerah," kata peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, saat dihubungi Sindonews, Senin 13 Januari 2014, malam.
"Kasus Anas, Demokrat di Hambalang ini belum final, kita ingin melihat fakta hukumnya, harus ada transparansi, pencerdasan terhadap publik. Antara hukum dan politik harus dijernihkan," imbuhnya.
Diketahui, raut wajahnya tampak teduh dan tenang. Begitulah kondisi Anas Urbaningrum yang langsung ditahan KPK usai menjalani pemeriksaan sekira lima jam sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan anggaran proyek pembangunan Sport Center Hambalang dan atau proyek lainnya.
Mantan Ketua Umum PB HMI ini terlihat dari sela-sela pintu menuju ruang steril sekira pukul 18.45 WIB dan sudah mengenakan rompi tahanan KPK oranye bergaris hitam. Sesaat kemudian, Anas keluar, beberapa kader Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) langsung bertakbir.
Disertai petugas KPK dan satu polisi Anas terlihat sedikit menyunggingkan senyum. Dalam keterangannya, Anas mengaku sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dan ditahan perjam 18.00 WIB.
"Ini adalah hari yang bersejarah buat saya. Hari ini adalah bagian yang penting untuk saya menemukan keadilan dan kebenaran," ujar Anas di depan Gedung KPK, Jumat 10 Januari, malam.
Yang kedua, pendiri PPI ini menyampaikan ucapan terima kasi karena sudah ditahan kemarin. Surat penahannya, kata Anas ditandatangani oleh Ketua KPK Abraham Samad. Untuk itu dia berterima kasih kepada Abraham.
Anas tak lupa berterima kasih kepada kedua penyidik yang memeriksanya yakni Endang Karsa dan Bambang Sukoco serta tim penyidik yang dipimpin Heri Muryanto dan lain-lain.
"Di atas segala, terima kasih kepada Pak SBY. Mudah-mudahan peristiwa ini punya arti punya makna dan menjadi hadiah tahun baru 2014. Yang lain-lain nanti saja. Yang saya yakin adalah bahwa ketika berjuang tentang kebenaran dan keadilan, saya yakin betul ujungnya kebenaran akan menang. Terima kasih," tandasnya.
Berita ditahan, Anas ucapkan terima kasih kepada SBY.
(maf)