Anas ditahan, momok bagi Demokrat
Selasa, 14 Januari 2014 - 07:02 WIB
Anas ditahan, momok bagi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat tidak khawatir jika mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, akan membeberkan sejumlah fakta hukum yang diketahuinya terkait kasus Hambalang dan bisa menyeret elite Demokrat lainnya.
Hal itu dikatakan Juru Bicara (Jubir) Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul. "Mau nyanyi-nyanyi silakan. Kami tunggu, kalau ada silakan," kata Ruhut saat dihubungi wartawan, Senin 13 Januari 2014.
Menanggapi hal ini, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, kekhawatiran dari elite Demokrat akan terjerat kasus hukum Hambalang, tetap saja ada.
"Meski pihak Demokrat tidak khawatir jika Anas akan 'bernyanyi' dalam kasus Hambalang, namun tetap saja ada kekhawatiran dari pihak Demokrat. Memang enggak enak di penjara, tentunya ada beban sendiri dan ini Anas ditahan, bisa menjadi momok bagi Demokrat," kata Siti Zuhro saat dihubungi Sindonews, Senin 13 Januari, malam.
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku tak paham yang dimaksud dari rasa terima kasih Anas tersebut. Namun Marzuki mengungkapkan, partainya sayang dengan Anas termasuk Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kami sayang sama Anas. Saya, Pak Hadi Utomo, Pak SBY, sayang sekali sama Anas," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 13 Januari.
Marzuki juga mengaku partainya ingin membesarkan Anas sebagai salah satu politikus muda terbaiknya. "Saya tidak bisa ngomong apa-apa, kami itu sayang sama Anas," terangnya.
Seperti diketahui, usai diperiksa dan harus ditahan oleh KPK, Anas menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak di antaranya untuk Ketua KPK Abraham Samad dan presiden sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, SBY.
Ditahan, Anas ucapkan terima kasih ke SBY
Hal itu dikatakan Juru Bicara (Jubir) Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul. "Mau nyanyi-nyanyi silakan. Kami tunggu, kalau ada silakan," kata Ruhut saat dihubungi wartawan, Senin 13 Januari 2014.
Menanggapi hal ini, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai, kekhawatiran dari elite Demokrat akan terjerat kasus hukum Hambalang, tetap saja ada.
"Meski pihak Demokrat tidak khawatir jika Anas akan 'bernyanyi' dalam kasus Hambalang, namun tetap saja ada kekhawatiran dari pihak Demokrat. Memang enggak enak di penjara, tentunya ada beban sendiri dan ini Anas ditahan, bisa menjadi momok bagi Demokrat," kata Siti Zuhro saat dihubungi Sindonews, Senin 13 Januari, malam.
Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Marzuki Alie mengaku tak paham yang dimaksud dari rasa terima kasih Anas tersebut. Namun Marzuki mengungkapkan, partainya sayang dengan Anas termasuk Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kami sayang sama Anas. Saya, Pak Hadi Utomo, Pak SBY, sayang sekali sama Anas," kata Marzuki di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 13 Januari.
Marzuki juga mengaku partainya ingin membesarkan Anas sebagai salah satu politikus muda terbaiknya. "Saya tidak bisa ngomong apa-apa, kami itu sayang sama Anas," terangnya.
Seperti diketahui, usai diperiksa dan harus ditahan oleh KPK, Anas menyampaikan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak di antaranya untuk Ketua KPK Abraham Samad dan presiden sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, SBY.
Ditahan, Anas ucapkan terima kasih ke SBY
(maf)