Belum periksa Ibas, KPK dinilai tak asal comot
Sabtu, 14 Desember 2013 - 09:36 WIB
Belum periksa Ibas, KPK dinilai tak asal comot
A
A
A
Sindonews.com - Pakar Hukum Universitas Indonesia (UI) Achyar Salmi tidak setuju jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut gentar untuk memeriksa atau memanggil Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas terkait kasus Sport Center Hambalang, Bogor.
"Saya sih enggak melihat itu. Kenapa enggak melihat itu? Kita bisa melihat KPK berani kok memeriksa Boediono," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (14/12/2013).
"Kalau kita lihat dari situ, siapa nama yang disebut kalau perlu diperiksa pasti akan dipanggil KPK. Kalau bicara gentar, harusnya kan gentar juga memeriksa Wapres," sambungnya.
Menurutnya, mengapa KPK tak kunjung mengagendakan pemeriksaan terhadap Ibas, lebih karena pertimbangan apa keperluan dan sejauh mana pentingnya pemeriksaan terhadap mantan anggota DPR tersebut.
Dilanjutkannya, mengapa membutuhkan waktu yang begitu lama untuk memeriksa Ibas dan meminta keterangan Yulianis karena pertimbangan kehati-hatian. Menurutnya, prinsip itu harus dipegang teguh dalam penanganan sebuah kasus.
"Karena dari berbagai kasus yang ditangani KPK selama ini, tidak satu pun ada yang bebas. Tentu KPK tidak mau main comot karena dengar informasi begini-begitu. Mereka sistem kerjanya pasti dianalisa dulu kan dengan teliti," jelas dia.
Untuk diketahui, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menyatakan, pihaknya akan kembali memanggil Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis guna mendalami keterlibatan Ibas yang diduga kuat menerima uang sebesar USD200 ribu dari kasus korupsi Hambalang beberapa waktu lalu.
Baca berita:
Meski berada di lingkaran kekuasaan, hukum tetap berlaku
Mubarok enggan sikapi rencana pemeriksaan Ibas
Politikus Demokrat tak setuju jika KPK periksa Ibas
Ibas bantah tuduhan Yulianis soal aliran dana
"Saya sih enggak melihat itu. Kenapa enggak melihat itu? Kita bisa melihat KPK berani kok memeriksa Boediono," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (14/12/2013).
"Kalau kita lihat dari situ, siapa nama yang disebut kalau perlu diperiksa pasti akan dipanggil KPK. Kalau bicara gentar, harusnya kan gentar juga memeriksa Wapres," sambungnya.
Menurutnya, mengapa KPK tak kunjung mengagendakan pemeriksaan terhadap Ibas, lebih karena pertimbangan apa keperluan dan sejauh mana pentingnya pemeriksaan terhadap mantan anggota DPR tersebut.
Dilanjutkannya, mengapa membutuhkan waktu yang begitu lama untuk memeriksa Ibas dan meminta keterangan Yulianis karena pertimbangan kehati-hatian. Menurutnya, prinsip itu harus dipegang teguh dalam penanganan sebuah kasus.
"Karena dari berbagai kasus yang ditangani KPK selama ini, tidak satu pun ada yang bebas. Tentu KPK tidak mau main comot karena dengar informasi begini-begitu. Mereka sistem kerjanya pasti dianalisa dulu kan dengan teliti," jelas dia.
Untuk diketahui, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad menyatakan, pihaknya akan kembali memanggil Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis guna mendalami keterlibatan Ibas yang diduga kuat menerima uang sebesar USD200 ribu dari kasus korupsi Hambalang beberapa waktu lalu.
Baca berita:
Meski berada di lingkaran kekuasaan, hukum tetap berlaku
Mubarok enggan sikapi rencana pemeriksaan Ibas
Politikus Demokrat tak setuju jika KPK periksa Ibas
Ibas bantah tuduhan Yulianis soal aliran dana
(kri)