KPK perlu konfirmasi pengakuan Yulianis terkait Ibas
Sabtu, 14 Desember 2013 - 08:35 WIB
KPK perlu konfirmasi pengakuan Yulianis terkait Ibas
A
A
A
Sindonews.com - Pakar Hukum Universitas Indonesia (UI) Achyar Salmi menilai, pengakuan mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Grup Yulianis bisa menjadi pintu masuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mendalami kebenaran informasi terkait aliran dana Hambalang ke Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu.
"Terlebih Yulianis pernah menyebutkan, Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) diduga menerima sejumlah uang dalam Kongres Demokrat. Informasi ini yang saya kira perlu dikonfirmasi KPK kepada Yulianis," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (14/12/2013).
Menurutnya, penting bagi KPK untuk mengetahui kepada siapa mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin menyerahkan amplop berisi USD200 ribu yang disiapkan oleh Yulianis tersebut. Sebab, kesaksian Yulianis terputus hanya sebatas menyerahkan kepada Nazaruddin, tanpa menyaksikan langsung apakah uang tersebut benar-benar diterima oleh Ibas.
"Jadi sekarang yang harus dicari KPK, kemana selanjutnya uang itu diserahkan oleh Nazar. Itu yang harus dikejar KPK," tegasnya.
Ditambahkannya, KPK harus segera mencari kebenaran dari setiap pengakuan Yulianis nantinya. Dengan menulusuri rantai aliran uang tersebut dari awal hingga akhir.
"Prosesnya kan uang disiapkan oleh Yulianis ke Nazar, lalu Nazar menyerahan kepada siapa itu. Ujung dari uang itu yang harus ditelusuri," pungkasnya.
Baca berita:
Yulianis diminta siapkan 2 amplop berisi USD100ribu
Yulianis punya catatan Ibas terima USD200 ribu
Ibas bantah tuduhan Yulianis soal aliran dana
"Terlebih Yulianis pernah menyebutkan, Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) diduga menerima sejumlah uang dalam Kongres Demokrat. Informasi ini yang saya kira perlu dikonfirmasi KPK kepada Yulianis," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Sabtu (14/12/2013).
Menurutnya, penting bagi KPK untuk mengetahui kepada siapa mantan Bendahara Umum Demokrat Nazaruddin menyerahkan amplop berisi USD200 ribu yang disiapkan oleh Yulianis tersebut. Sebab, kesaksian Yulianis terputus hanya sebatas menyerahkan kepada Nazaruddin, tanpa menyaksikan langsung apakah uang tersebut benar-benar diterima oleh Ibas.
"Jadi sekarang yang harus dicari KPK, kemana selanjutnya uang itu diserahkan oleh Nazar. Itu yang harus dikejar KPK," tegasnya.
Ditambahkannya, KPK harus segera mencari kebenaran dari setiap pengakuan Yulianis nantinya. Dengan menulusuri rantai aliran uang tersebut dari awal hingga akhir.
"Prosesnya kan uang disiapkan oleh Yulianis ke Nazar, lalu Nazar menyerahan kepada siapa itu. Ujung dari uang itu yang harus ditelusuri," pungkasnya.
Baca berita:
Yulianis diminta siapkan 2 amplop berisi USD100ribu
Yulianis punya catatan Ibas terima USD200 ribu
Ibas bantah tuduhan Yulianis soal aliran dana
(kri)