Hindari penyadapan, perbarukan teknologi

Sabtu, 14 Desember 2013 - 05:01 WIB
Hindari penyadapan,...
Hindari penyadapan, perbarukan teknologi
A A A
Sindonews.com - Pengamat Lembaga Pengembangan Kemandirian Nasional (LPKN) Wawan Purwanto mengatakan, Indonesia siap dalam menghadapi cyber war (perang teknologi).

Dalam hal ini, peralatan-peralatan sudah terus didatangkan serta dilakukan upgrade dengan mengubah kata sandinya.

Menurut dia, peralatan dan upgrade dilakukan dengan suhu panas dari Timur Tengah dan suhu dingin di Eropa, menggunakan frekuensi memadai melalui kekuatan 10 pangkat 300 dan di atas kekuatan 210 pangkat 500.

“Mereka siap. Saat ini sedang dilakukan uji kekuatan frekuensi yang tersedia,” ucap Wawan, saat dihubungi KORAN SINDO, Jumat 13 Desember 2013.

Wawan mengatakan, Indonesia menyadari sering dijadikan objek cyber war. hal ini berasal dari pengungkapan yang dilakukan pejabat tinggi yang rata-rata 90 persen disadap. Pada umumnya mereka tidak diperlukan mematikan telepon, namun cukup melakukan percakapan umum.

Menurutnya, namun lebih baik jika ingin membicarakan sesuatu yang lebih darurat, sebaiknya para penjabat tersebut bertemu langsung.

“Protapnya mereka tidak perlu mematikan telepon, tapi cukup bicara tanpa membuat bias, bukan berbicara terkait A1 (pembicaraan yang membuktikan sesuatu kebenaranya) atau C3(pembicaraan yang masih membutuhkan klarifikasi),” paparnya.

Kedepannya, untuk mempersiapkan cyber war, dilakukan kewaspadaan dengan mengupgrade kata-kata sandi. Hal ini harus rutin dilakukan dengan protek yang sesuai.

"Dalam hal ini, sumber-sumber informasi saat ini 10 persen adalah tertutup dan 90 persen adalah terbuka yang dapat diorbitkan. Sedangkan yang 10 persen wajib dilindungi dan diamankan karena sangat rahasia," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
RUU Penyadapan Diusulkan...
RUU Penyadapan Diusulkan Masuk Prolegnas Prioritas 2026
KY Usulkan Penyadapan...
KY Usulkan Penyadapan Mandiri untuk Mengawasi Kinerja Hakim
Gagas Usulan RUU Penyadapan,...
Gagas Usulan RUU Penyadapan, Komisi III: Harus Berbasis HAM
Macron Minta Penjelasan...
Macron Minta Penjelasan PM Israel Soal Spyware Pegasus
1.460 Penyadapan Dilakukan...
1.460 Penyadapan Dilakukan KPK Sepanjang Tahun 2022
Pembelian Rafale dan...
Pembelian Rafale dan Pengembangan SDM Iptek
Berita Terkini
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU PFII Jadi Undang-Undang
KPK Masih Periksa 8...
KPK Masih Periksa 8 Orang Terkait OTT Lombok Barat: Bupati, Kepala Dinas, hingga Sopir
KPK Sebut OTT Bupati...
KPK Sebut OTT Bupati Lombok Barat Naik ke Tahap Penyidikan
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Evaluasi Program MBG,...
Evaluasi Program MBG, BGN Cek Ulang Validitas 63 Juta Penerima Manfaat-Insentif SPPG
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Infografis
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved