MK rawan diperalat koruptor jelang pemilu

Jum'at, 13 Desember 2013 - 13:35 WIB
MK rawan diperalat koruptor...
MK rawan diperalat koruptor jelang pemilu
A A A
Sindonews.com - Koalisi masyarakat sipil anti korupsi khawatir, Mahkamah Konstitusi (MK) dijadikan para koruptor sebagai salah satu tempat untuk melepaskan diri dari jeratan hukum atau melanggengkan praktik korupsi lewat uji materi undang-undang. Terlebih beberapa bulan lagi Pemilu 2014 dihelat.

"Kita agak khawatir, muncul kekhawatiran kita, MK menjadi salah satu tempat yang dimanfaatkan oleh koruptor melalui judicial review," ujar perwakilan Koalisi masyarakat sipil anti korupsi, Emerson Juntho saat audiensi dengan Ketua MK Hamdan Zoelva di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2013).

Dia pun menjelaskan maksud kedatangan Koalisi masyarakat sipil anti korupsi di gedung MK hari ini. "Ini sebenarnya satu bentuk dukungan dari masyarakat sipil bahwa kita memandang MK itu punya peran yang penting dalam upaya pemberantasan korupsi," katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan, dalam perkembangannya, menurut koalisi, MK tidak hanya sebagai penjaga konstitusi. Melainkan juga sebagai penjaga antikorupsi.

Hal demikian, kata dia, dilihat dari beberapa upaya uji meteri undang-undang atau upaya pelemahan institusi pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh sejumlah pihak, yang berkaitan dengan eksistensi KPK, kemudian berkaitan dengan substansi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Dari beberapa pengajuan yang dilakukan, lanjut dia, untungnya MK menolak sejumlah permohonan uji materi yang dianggap melemahkan terhadap upaya pemberantasan korupsi dan juga pelemahan terhadap KPK.

"Di luar itu kita sendiri mencatat ada peran dari MK untuk menyelamatkan pimpinan KPK jilid II, Bibit Chandra dalam kasus kriminalisasi kita lihat juga peran MK disana, kemudian penghapusan izin pemeriksaan Kepala Daerah yang tersangkut kasus korupsi, kemudian perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK sampai yang terakhir, adalah menghapus rintisan sekolah bertaraf internasional, bertaraf tapi tarifnya Internasional. Yang menurut kami dinilai menyuburkan korupsi di sekolah," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyinggung kasus yang menyeret mantan Ketua MK Akil Mochtar. Menurut dia, tak bisa dipungkiri bahwa kasus Akil Mochtar telah memperburuk citra MK. "Awalnya sangat baik, tapi ketika ada itu, jadi kayak kiamat kecil bagi upaya hukum di Indonesia," imbuhnya.

Oleh karena itu, koalisi berharap kasus Akil Mochtar adalah kasus yang terakhir di MK. "Artinya, kita juga mau mendorong MK melakukan sejumlah perubahan, sejumlah pembenahan, yang berkaitan dengan isu pengawasan, memperkuat integritas, yang lagi-lagi semangatnya adalah mengembalikan kepercayaan publik terhadap MK. Jadi, ini yang terpenting," ucap dia.

"Kemudian terkait dengan pemilu 2014, kami koalisi masyarakat sipil melihat sebenarnya ada banyak cara yang digunakan oleh koruptor atau politisi busuk menggunakan segala cara, mengumpulkan pendanaan partai, dana politik atau menyelamatkan diri dari jeratan hukum," tambahnya.

Maka dari itu, koalisi kembali mengingatkan kepada MK untuk tetap anti koprupsi dan mendukung pemberantasan korupsi.

Ketua MK dicecar soal Pemilukada Lebak
(lal)
Berita Terkait
Survey Sentimen Publik...
Survey Sentimen Publik atas Putusan MK Soal Ambang Batas Presiden
Tanpa Proses Kocok Ulang,...
Tanpa Proses Kocok Ulang, Saldi Isra Kembali Jabat Hakim MK
Jelang Putusan Dugaan...
Jelang Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Begini Kondisi Terkini di Gedung Mahkamah Konstitusi
Akademisi Nilai MK Terancam...
Akademisi Nilai MK Terancam Jadi Lembaga Perusak Konstitusi
MK Tolak Gugatan Syarat...
MK Tolak Gugatan Syarat Usia Minimal Hakim Konstitusi 55 Tahun
Putusan MK Diharapkan...
Putusan MK Diharapkan Diterima Semua Pihak
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
MK Putuskan SD-SMP Negeri...
MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved