Kasus Century penyebab kinerja SBY kurang gereget
Kamis, 12 Desember 2013 - 06:02 WIB
Kasus Century penyebab kinerja SBY kurang gereget
A
A
A
Sindonews.com - Kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai menurun, khususnya pada periode kedua ini. SBY dinilai jarang melakukan gebrakan positif, padahal masa jabatan SBY tidak lama lagi akan berakhir.
Hal tersebut dikatakan pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto.
"Energi SBY banyak terkuras oleh banyak kasus, seperti kasus Century, hal ini yang membuat SBY melelahkan, sehingga tidak ada gebrakan yang dilakukan SBY diakhir masa jabatannya ini," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Kamis (12/12/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, ditambah lagi, dengan baru-baru ini Wakil Presiden (Wapres) Boediono, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus bailout Bank Century.
"Apalagi akhir-akhir ini wapresnya sudah diperiksa KPK, terkait kasus Century. Apalagi kasus Century ini hampir memunculkan keputusan impeachment (pemakzulan) terhadap SBY. Dari kasus ini posisi SBY sudah berbahaya," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, bangsa Indonesia bisa belajar dari pengalaman sejarah. Sejak berdiri pada tahun 1945, kata SBY, sebenarnya Indonesia telah mengalami koreksi sejarah.
"Akhirnya harus terjadi perubahan dramatis. Padahal perubahan dramatis, korban dan harganya amat tinggi," ujar Presiden SBY saat menyampaikan pidato kunci di acara Kongres Kebangsaan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu 11 Desember 2013.
Dia memberi contoh, setelah 20 tahun merdeka, yakni pada 1965-1966 terjadi krisis. Kemudian, terjadi perubahan dramatis dan fundamental. "Tahun 1998, 1999, terjadi lagi perubahan besar, disertai krisis dan goncangan. Bahkan 15 tahun lalu banyak yang ramalkan bakal bubar, jatuh. Lantas dari cerita saya apa pelajarannya?" kata SBY.
SBY: Bangsa yang bijak selalu memperbaiki diri
Hal tersebut dikatakan pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto.
"Energi SBY banyak terkuras oleh banyak kasus, seperti kasus Century, hal ini yang membuat SBY melelahkan, sehingga tidak ada gebrakan yang dilakukan SBY diakhir masa jabatannya ini," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Kamis (12/12/2013).
Lebih lanjut dia mengatakan, ditambah lagi, dengan baru-baru ini Wakil Presiden (Wapres) Boediono, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus bailout Bank Century.
"Apalagi akhir-akhir ini wapresnya sudah diperiksa KPK, terkait kasus Century. Apalagi kasus Century ini hampir memunculkan keputusan impeachment (pemakzulan) terhadap SBY. Dari kasus ini posisi SBY sudah berbahaya," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, bangsa Indonesia bisa belajar dari pengalaman sejarah. Sejak berdiri pada tahun 1945, kata SBY, sebenarnya Indonesia telah mengalami koreksi sejarah.
"Akhirnya harus terjadi perubahan dramatis. Padahal perubahan dramatis, korban dan harganya amat tinggi," ujar Presiden SBY saat menyampaikan pidato kunci di acara Kongres Kebangsaan di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu 11 Desember 2013.
Dia memberi contoh, setelah 20 tahun merdeka, yakni pada 1965-1966 terjadi krisis. Kemudian, terjadi perubahan dramatis dan fundamental. "Tahun 1998, 1999, terjadi lagi perubahan besar, disertai krisis dan goncangan. Bahkan 15 tahun lalu banyak yang ramalkan bakal bubar, jatuh. Lantas dari cerita saya apa pelajarannya?" kata SBY.
SBY: Bangsa yang bijak selalu memperbaiki diri
(maf)