Lawan korupsi harus muncul dari masyarakat sipil

Senin, 09 Desember 2013 - 02:16 WIB
Lawan korupsi harus...
Lawan korupsi harus muncul dari masyarakat sipil
A A A
Sindonews.com - Hari ini, 9 Desember 2013 bangsa di dunia memperingati hari antikorupsi. Indonesia sebagai salah satu negara dengan indeks prestasi terbesar angka korupsinya harus menjadikan hari tersebut sebagai momen meningkatkan kampanye melawan korupsi.

Perilaku dan budaya korupsi oleh semua negara dianggap sebagai penyakit mematikan yang harus 'diganyang' dan dilawan.

Anggota Pendiri Kajian Antikorupsi, Roby Arya Brata mengatakan, sistem yang dibangun Indonesia kurang mendukung dalam upaya pemberantasan korupsi. Dengan sistem yang korup seperti sekarang ini, gerakan anti korupsi yang bersifat top-down dari negara tidak akan efektif.

Sebaliknya, kata Roby, gerakan anti korupsi, seharusnya bersifat bottom-up yang muncul dari masyarakat sipil.‬

‪"Negara menjadi bagian integral dari masalah (korupsi), bukan menjadi solusi," kata Roby saat jumpa pers bertemakan "Refleksi Hari Anti Korupsi dan Evaluasi Implementasi UNCAC (Unted Nations Convention Against Corruption)" di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW), Jakarta, Minggu (8/12/2013).‬

Dikatakan Roby, selama kurun waktu 2013, pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan. Hal itu semakin nyata, setelah gejala korupsi justru menjalar dan dilakukan oleh pejabat publik alias pemerintah.

Meskipun rilis Indonesia Coruption Watch (ICW) dan Yayasan Lembaga Bimbingan Hukum Indonesia soal korupsi belum menyeluruh, tapi catatan itu telah menunjukkan tingkat korupsi di Indonesia makin tinggi.

Dia menambahkan, ada beberapa faktor penghambat upaya pemberantasan korupsi. Pertama, desain kebijakan yang dianggap tidak mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

Kedua, sistem politik yang korup yang disebabkan lemahnya komitmen dan kemauan dari para pemimpin, baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif, untuk memberantas korupsi.‬

‪"Padahal mereka adalah kunci, key factor. Tapi yang terjadi justru mereka terlibat kasus korupsi," ucapnya.‬

Sementara itu, tambah dia, dukungan masyarakat jauh lebih penting untuk lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena dengan dukungan dari elemen sipil itu, setiap upaya pelemahan terhadap pemberantasan korupsi bisa dengan mudah dicegah.
(lns)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Indonesia: Israel Harus...
Indonesia: Israel Harus Mundur dari Semua Wilayah Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved