Soal penyadapan, rapat Komisi I DPR-pemerintah tertutup
Kamis, 28 November 2013 - 11:43 WIB
Soal penyadapan, rapat Komisi I DPR-pemerintah tertutup
A
A
A
Sindonews.com - Rapat Komisi I DPR dengan sejumlah pejabat dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II dan aparat keamanan mengenai aksi penyadapan berlangsung tertutup. Alasannya, dikhawatirkan dalam pertemuan itu ada perbincangan yang bersifat rahasia.
Meski berlangsung tertutup, Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro menyarankan agar setelah pertemuan itu diadakan konferensi pers untuk menjelaskan secara rinci hasil pertemuan tersebut.
"Kesimpulan bisa disampaikan, nanti ada konferensi pers bersama diwakili bapak pimpinan. Ini usul dari kami," kata Purnomo saat pembukaan rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Usulan ini disambut positif Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq yang memimpin rapat itu pun menyetujui usulan tersebut. "Saya pikir usul Pak menteri mewakili pemerintah sangat bagus. Jadi, nanti di akhir kesimpulan kita akan buka untuk media dan nanti kita akan lakukan konferensi pers bersama," sahut Mahfudz.
Hadir dalam pertemuan itu adalah, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Mayjen TNI Djoko Setiadi, Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Sutarman, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema.
Berita terlibat penyadapan, izin operator telekomunikasi bakal dicabut.
Meski berlangsung tertutup, Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro menyarankan agar setelah pertemuan itu diadakan konferensi pers untuk menjelaskan secara rinci hasil pertemuan tersebut.
"Kesimpulan bisa disampaikan, nanti ada konferensi pers bersama diwakili bapak pimpinan. Ini usul dari kami," kata Purnomo saat pembukaan rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Usulan ini disambut positif Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq yang memimpin rapat itu pun menyetujui usulan tersebut. "Saya pikir usul Pak menteri mewakili pemerintah sangat bagus. Jadi, nanti di akhir kesimpulan kita akan buka untuk media dan nanti kita akan lakukan konferensi pers bersama," sahut Mahfudz.
Hadir dalam pertemuan itu adalah, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman, Kepala Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) Mayjen TNI Djoko Setiadi, Kepala Polri (Kapolri) Jenderal Sutarman, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema.
Berita terlibat penyadapan, izin operator telekomunikasi bakal dicabut.
(kur)