MPR nilai tak mudah cari bukti dari Snowden
Rabu, 06 November 2013 - 14:34 WIB
MPR nilai tak mudah cari bukti dari Snowden
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia disarankan meminta keterangan dari mantan kontraktor National Security Agency (NSA), Edward Snowden untuk mencari bukti terkait kabar penyadapan oleh Amerika Serikat dan Australia.
Ketua MPR Sidharto Danusubroto pun mendukung langkah tersebut. Menurutnya, Snowden memiliki banyak pengetahuan tentang kabar itu.
"Supaya dikaji, saya kira perlu juga dia (Snowden) tahu banyak," kata Sidharto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Namun, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyampaikan kalau tidak mudah untuk bisa menanyakan hal tersebut langsung kepada Snowden.
"Snowden sekarang lari ke Rusia. Kalau toh dilakukan, tidak mudah," tuntasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanudin mengatakan, bila pemerintah tak bisa mencari alat bukti penyadapan melalui teknologi yang dimiliki, maka bisa menggalinya dari Snowden.
"Yah bisa (minta keterangan dari Snowden), kalau kita tidak punya bukti tetapi kalau punya bukti cukup lah," katanya di tempat yang sama.
Baca berita:
Presiden sudah terima laporan Menlu soal penyadapan AS
Ketua MPR Sidharto Danusubroto pun mendukung langkah tersebut. Menurutnya, Snowden memiliki banyak pengetahuan tentang kabar itu.
"Supaya dikaji, saya kira perlu juga dia (Snowden) tahu banyak," kata Sidharto di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Namun, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyampaikan kalau tidak mudah untuk bisa menanyakan hal tersebut langsung kepada Snowden.
"Snowden sekarang lari ke Rusia. Kalau toh dilakukan, tidak mudah," tuntasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi I, TB Hasanudin mengatakan, bila pemerintah tak bisa mencari alat bukti penyadapan melalui teknologi yang dimiliki, maka bisa menggalinya dari Snowden.
"Yah bisa (minta keterangan dari Snowden), kalau kita tidak punya bukti tetapi kalau punya bukti cukup lah," katanya di tempat yang sama.
Baca berita:
Presiden sudah terima laporan Menlu soal penyadapan AS
(kri)