Rekrutmen Hakim MK harus dibenahi

Jum'at, 04 Oktober 2013 - 07:46 WIB
Rekrutmen Hakim MK harus...
Rekrutmen Hakim MK harus dibenahi
A A A
Sindonews.com - Komisioner Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh mengatakan, untuk menghindari kepentingan politik, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebaiknya menunjuk ahli di bidang hukum, untuk menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).

"Agar nantinya orang-orang parpol (partai politik) di MK tidak terlalu banyak. Akibatnya, kekhawatiran korupsi di lembaga yang kekuasannya tidak terbatas ini pun bisa tetap diawasi," kata Imam lewat keterangan persnya kepada Sindonews, Kamis 3 September 2013.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus yang menimpa Ketua MK Akil Mochtar, bisa jadi tak hanya di ranah pemilihan kepala daerah (pilkada). "Ini korupsi di bidang uang, bisa ada kemungkinan korupsi di bidang politik. Karena ini bisa mengikut ke pilkada, pilpres (pemilihan presiden)," ucapnya.

Lebih lanjut dia menegaskan, sudah seharusnya pola rekrutmen Hakim MK ke depan harus mengalami pembenahan. "Jadi kita sangat khawatir dengan kondisi sekarang, karena pola rekrutmen yang tidak konsisten dengan tujuan dari pemilihan hakim konstitusi yang masuk di MK itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Akil Mochtar (AM) tidak hanya berstatus tersangka dalam dugaan suap sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Akil juga berstatus tersangka dalam dugaan suap Pilkada Lebak, Banten.

"Untuk dugaan tindak pidana korupsi dalam Pilkada Lebak, AM dan STA diduga selaku penerima," kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain dua orang itu, KPK juga menetapkan TCW sebagai tersangka, dia diduga sebagai pemberi suap. Diketahui, KPK mengamankan dua orang yang diduga masih ada kaitan dengan Ketua MK Akil Mochtar. "Ada penangkapan lagi berkaitan dengan AM (Ketua MK), diamankan oleh KPK semalam dan pagi tadi, yaitu atas nama TCW atau TW, satu lagi atas nama S," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP.
(maf)
Berita Terkait
Gugatan Jaksa Dipecat...
Gugatan Jaksa Dipecat Karena Korupsi Ditolak Mahkamah Konstitusi
Perbedaan Mahkamah Konstitusi...
Perbedaan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung
Menjaga Martabat Mahkamah...
Menjaga Martabat Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Kembali Diuji
Menimbang Mahkamah Konstitusi...
Menimbang Mahkamah Konstitusi Hari Ini
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi dalam Pusaran Politik
Berita Terkini
Forum Pemred Minta Hotman...
Forum Pemred Minta Hotman Paris Hormati Profesi Wartawan
Praperadilan Jilid II...
Praperadilan Jilid II Roy Suryo Ditolak Hakim
IJTI: Menghormati Profesi...
IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum
Mensesneg Minta Jangan...
Mensesneg Minta Jangan Kaitkan Kasus Febrie Adriansyah dengan Prabowo
Jelang Putusan Praperadilan,...
Jelang Putusan Praperadilan, Roy Suryo Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Pendukung di PN Jaksel
Hotman Paris Pengacara...
Hotman Paris Pengacara Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Wartawan
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved