Kerja keras dan fokus
Rabu, 25 September 2013 - 06:19 WIB
Kerja keras dan fokus
A
A
A
SATU bulan yang lalu, belum banyak yang mengenal Evan Dimas, Ilham Udin Armaiyn, Maldini Pali, Ravi Murdiyanto, Hargianto, Putu Gede, atau pelatih Indra Sjafrie. Namun kini, ratusan juta masyarakat Indonesia mengenal mereka, bahkan tidak hanya sekadar mengenal tetapi menganggap mereka sebagai pahlawan Indonesia.
Ya, apa yang mereka lakukan dengan menjadi juara Piala AFF U-19 membuat jutaan masyarakat Indonesia bangga setelah 22 tahun sepak bola Indonesia tanpa gelar juara Harus diakui, saat ini nama-nama para pemain tim nasional Indonesia U-19 tersebut mengalahkan nama-nama seperti Andik Vermansyah, Kurnia Meiga, Ahmad Bustomi, ataupun nama-nama pemain timnas senior dan U-23 yang selama ini sudah melekat di telinga masyarakat Indonesia.
Jika dulu tumpuan untuk mendapat gelar juara ada di pundak para pemain senior dan U-23, namun harapan ada di pundak anak-anak muda belia yang pada final Piala AFF U-19 berhasil mengalahkan timnas Vietnam dengan skor 7-6. Siapa sangka jika akhirnya dari mereka yang dulu tidak banyak dikenal, kini menjadi sosok-sosok pahlawan yang memecah batu arang yang selama ini menyumbat prestasi sepak bola Indonesia.
Tentu kita semua berharap, apa yang ditorehkan timnas U-19 juga menular kepada timnas senior maupun U-23. Bukan hanya itu, prestasi yang diraih Evan Dimas dan kawan-kawan diharapkan jadi pelecut semangat para atlet Indonesia semuanya untuk memberikan prestasi maksimal buat bangsa Indonesia. Evan Dimas dkk bisa menjadi contoh bahwa Indonesia bisa berprestasi lebih baik di tengah keterpurukan prestasi olahraga yang dialami negeri ini.
Kerja keras dan fokus pada tujuan utama yang menjadi kunci prestasi dari timnas U-19. Semua tahu dan sepakat bahwa apa yang telah mereka raih bukanlah jalan pintas atau melalui adegan sulap. Hasil yang didapat oleh timnas U-19 buah dari proses kerja keras dan fokus terhadap tujuan yang mereka capai. Kerja keras dan fokus dilakukan bukan hanya dari satu bulan berlatih dengan mengumpulkan para pemain terbaik, melainkan melalui tahapan latihan sehingga membuat tim yang solid.
Apa yang telah diraih timnas U-19 semoga bisa menjadi refleksi bagi bangsa ini, bahwa dengan kerja keras dan fokus, sebuah tujuan yang mulia bisa dicapai. Prestasi yang mereka torehkan layaknya menjadi milestone bagi bangsa ini bukan hanya pada ajang sepak bola, melainkan dalam semua bidang. Timnas U-19 mampu memberikan contoh bahwa negeri ini mempunyai potensi luar biasa yang mampu membanggakan dan menggairahkan masyarakat Indonesia.
Di tengah kondisi negeri yang masih dihantui penyakit-penyakit bangsa seperti korupsi, politik tanpa etika, kebijakan ekonomi yang tidak memihak kepada rakyat, prestasi tersebut cukup membanggakan. Memang belum usai perjuangan anak-anak muda belia tersebut. Mereka masih mempunyai tantangan-tantangan yang lebih berat di level yang lebih tinggi. Namun, tidak bijak jika membebankan semua tantangan tersebut hanya kepada mereka.
Para pemain timnas U-19 hanyalah satu potensi luar biasa yang dimiliki bangsa ini. Masih banyak potensi luar biasa dari bangsa ini yang masih ”tertidur” dan ”ditidurkan”. Semua yang ”tidur” dan ”ditidurkan” harus dibangkitkan untuk meraih tujuan mulia buat bangsa ini. Selain itu, semua pihak harus tetap menjaga euforia dengan baik dan membiarkan para potensi bangsa tersebut bekerja keras dan fokus dengan tujuannya. Tantangan yang mereka tidak hanya semakin berat tapi juga masih panjang.
Wajar jika banyak pihak yang meminta untuk tidak ”mengganggu” para pemain timnas U-19 sehingga bisa menghilangkan fokus mereka terhadap tujuan utamanya, yaitu membawa Garuda terbang lebih tinggi bukan hanya di Asia Tenggara, melainkan juga Asia dan dunia. Biarkan potensi-potensi tersebut berkembang dan tumbuh dengan baik, sehingga kita semua bisa memetik hasil maksimal. Tentu semua berharap prestasi ini bukan yang terakhir, karena semua menginginkan bangsa yang besar ini terus diperhitungkan bangsa-bangsa lain. Ayo Garuda, teruslah terbang tinggi!
Ya, apa yang mereka lakukan dengan menjadi juara Piala AFF U-19 membuat jutaan masyarakat Indonesia bangga setelah 22 tahun sepak bola Indonesia tanpa gelar juara Harus diakui, saat ini nama-nama para pemain tim nasional Indonesia U-19 tersebut mengalahkan nama-nama seperti Andik Vermansyah, Kurnia Meiga, Ahmad Bustomi, ataupun nama-nama pemain timnas senior dan U-23 yang selama ini sudah melekat di telinga masyarakat Indonesia.
Jika dulu tumpuan untuk mendapat gelar juara ada di pundak para pemain senior dan U-23, namun harapan ada di pundak anak-anak muda belia yang pada final Piala AFF U-19 berhasil mengalahkan timnas Vietnam dengan skor 7-6. Siapa sangka jika akhirnya dari mereka yang dulu tidak banyak dikenal, kini menjadi sosok-sosok pahlawan yang memecah batu arang yang selama ini menyumbat prestasi sepak bola Indonesia.
Tentu kita semua berharap, apa yang ditorehkan timnas U-19 juga menular kepada timnas senior maupun U-23. Bukan hanya itu, prestasi yang diraih Evan Dimas dan kawan-kawan diharapkan jadi pelecut semangat para atlet Indonesia semuanya untuk memberikan prestasi maksimal buat bangsa Indonesia. Evan Dimas dkk bisa menjadi contoh bahwa Indonesia bisa berprestasi lebih baik di tengah keterpurukan prestasi olahraga yang dialami negeri ini.
Kerja keras dan fokus pada tujuan utama yang menjadi kunci prestasi dari timnas U-19. Semua tahu dan sepakat bahwa apa yang telah mereka raih bukanlah jalan pintas atau melalui adegan sulap. Hasil yang didapat oleh timnas U-19 buah dari proses kerja keras dan fokus terhadap tujuan yang mereka capai. Kerja keras dan fokus dilakukan bukan hanya dari satu bulan berlatih dengan mengumpulkan para pemain terbaik, melainkan melalui tahapan latihan sehingga membuat tim yang solid.
Apa yang telah diraih timnas U-19 semoga bisa menjadi refleksi bagi bangsa ini, bahwa dengan kerja keras dan fokus, sebuah tujuan yang mulia bisa dicapai. Prestasi yang mereka torehkan layaknya menjadi milestone bagi bangsa ini bukan hanya pada ajang sepak bola, melainkan dalam semua bidang. Timnas U-19 mampu memberikan contoh bahwa negeri ini mempunyai potensi luar biasa yang mampu membanggakan dan menggairahkan masyarakat Indonesia.
Di tengah kondisi negeri yang masih dihantui penyakit-penyakit bangsa seperti korupsi, politik tanpa etika, kebijakan ekonomi yang tidak memihak kepada rakyat, prestasi tersebut cukup membanggakan. Memang belum usai perjuangan anak-anak muda belia tersebut. Mereka masih mempunyai tantangan-tantangan yang lebih berat di level yang lebih tinggi. Namun, tidak bijak jika membebankan semua tantangan tersebut hanya kepada mereka.
Para pemain timnas U-19 hanyalah satu potensi luar biasa yang dimiliki bangsa ini. Masih banyak potensi luar biasa dari bangsa ini yang masih ”tertidur” dan ”ditidurkan”. Semua yang ”tidur” dan ”ditidurkan” harus dibangkitkan untuk meraih tujuan mulia buat bangsa ini. Selain itu, semua pihak harus tetap menjaga euforia dengan baik dan membiarkan para potensi bangsa tersebut bekerja keras dan fokus dengan tujuannya. Tantangan yang mereka tidak hanya semakin berat tapi juga masih panjang.
Wajar jika banyak pihak yang meminta untuk tidak ”mengganggu” para pemain timnas U-19 sehingga bisa menghilangkan fokus mereka terhadap tujuan utamanya, yaitu membawa Garuda terbang lebih tinggi bukan hanya di Asia Tenggara, melainkan juga Asia dan dunia. Biarkan potensi-potensi tersebut berkembang dan tumbuh dengan baik, sehingga kita semua bisa memetik hasil maksimal. Tentu semua berharap prestasi ini bukan yang terakhir, karena semua menginginkan bangsa yang besar ini terus diperhitungkan bangsa-bangsa lain. Ayo Garuda, teruslah terbang tinggi!
(nfl)