Kemenlu enggan tanggapi kritikan soal Belanda
Jum'at, 13 September 2013 - 14:00 WIB
Kemenlu enggan tanggapi kritikan soal Belanda
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tidak ingin menanggapi kritikan pedas dari sejarawan Anhar Gonggong kepada Menteri Luar Negeri Indonesia (Menlu) Marty Natalegawa, yang menyambut positif permintaan maaf Belanda soal kekejaman yang terjadi selama masa perang kemerdekaan.
"Soal itu, kita tidak ingin terlibat dalam polemik," ujar Juru bicara Kemenlu Michael Tene kepada Sindonews, saat dihubungi, Jumat (13/9/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, sambutan positif yang disampaikan Menlu Marty Natalegawa terhadap permintaan maaf Belanda soal kekejaman yang terjadi selama masa perang kemerdekaan, mendapat kritikan pedas dari sejarawan Anhar Gonggong.
Menurut Anhar, tidak sepantasnya Menlu memberikan pernyataan seperti. Anhar mempertanyakan, sudahkan Belanda mengaku kemerdekan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 1945. Pasalnya yang selama ini diakui Belanda adalah 27 Desember 1947, setelah adanya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Denhaag, Belanda.
"Soal itu, kita tidak ingin terlibat dalam polemik," ujar Juru bicara Kemenlu Michael Tene kepada Sindonews, saat dihubungi, Jumat (13/9/2013).
Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, sambutan positif yang disampaikan Menlu Marty Natalegawa terhadap permintaan maaf Belanda soal kekejaman yang terjadi selama masa perang kemerdekaan, mendapat kritikan pedas dari sejarawan Anhar Gonggong.
Menurut Anhar, tidak sepantasnya Menlu memberikan pernyataan seperti. Anhar mempertanyakan, sudahkan Belanda mengaku kemerdekan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 1945. Pasalnya yang selama ini diakui Belanda adalah 27 Desember 1947, setelah adanya Konferensi Meja Bundar (KMB) di Denhaag, Belanda.
(lal)