Permintaan maaf Belanda harus sesuai dengan persoalan

Jum'at, 13 September 2013 - 08:11 WIB
Permintaan maaf Belanda...
Permintaan maaf Belanda harus sesuai dengan persoalan
A A A
Sindonews.com - Sejarawan Anhar Gonggong berharap agar Pemerintah Indonesia bersikap tegas, terkait dengan pemberian bantuan kompensasi terhadap korban perang kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Menurutnya, Pemerintah Belanda harus jelas dalam bersikap, permintaan maaf yang seperti apa disampaikan oleh negara tersebut.

"Kalau Pemerintah Belanda memang serius untuk minta maaf atas kejahatan perang di masa lalu, dengan disertai pengakuan atas kemerdekaan negara ini (Indonesia) pada 17 Agustus 1945, saya menerimanya, bukan 27 Desember 1945," kata Anhar, saat dihubungi Sindonews, Jumat (13/9/2013).

Dia mengakui, bahwa korban dari perang kemerdekaan dahulu, ayahnya termasuk dari korban pembantaian tentara Belanda di bawah pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling dalam perang Kemerdekaan RI (1945-1949).

"Saudara saya, termasuk ayah saya juga dibunuh oleh tentara Westerling di Pare Pare, Pinrang, Bulukumba, itu Sulawesi Selatan. Tapi selama ini, sampai sekarang belum ada permintaan maaf secara khusus dari Pemerintah Belanda," ungkapnya.

Karena itu menurutnya, pembagian kompensasi dengan kepada 10 orang perwakilan ahli waris itu, dinilainya bukan sebagai jalan keluar. Anhar menegaskan, kalau satu-satu seperti itu, kapan selesainya masalah ini.

"Sedangkan korban kekejaman Westerling itu banyak sekali, apakah harus satu-satu seperti itu. Belanda harus menunjukkan sikap dengan meminta maaf secara resmi lewat pemerintahnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Menlu Marty Natalegawa mengatakan, Indonesia menyambut positif permintaan maaf Belanda tersebut. "Pemerintah Indonesia memberikan respon positif terkait permohonan maaf untuk berikan kompensasi kepada keluarga yang menjadi korban (perang)," kata Marty Natalegawa di Jakarta, Kamis 12 September 2013.
(maf)
Berita Terkait
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Memahami Pendekatan...
Memahami Pendekatan Luar Negeri Prabowo: Refleksi Lawatan ke LN
Jokowi dan Pendekatan...
Jokowi dan Pendekatan Realis dalam Kebijakan Luar Negeri Indonesia
Peringati Hari Solidaritas,...
Peringati Hari Solidaritas, Kemlu: Palestina Terpatri dalam Inti Politik Luar Negeri RI
Berita Terkini
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved