Puan berurai air mata saat peluncuran buku tentang ayahnya

Rabu, 04 September 2013 - 15:54 WIB
Puan berurai air mata...
Puan berurai air mata saat peluncuran buku tentang ayahnya
A A A
Sindonews.com - Puan Maharani, putri pasangan Almarhum Taufiq Kiemas dan Megawati Soekarnoputri tak kuasa membendung air matanya ketika kembali mengenang masa-masa bersama sang ayah.

Hal itu terlihat saat peluncuran buku berjudul "Pak Taufiq dan Bu Mega-Catatan Ringan, Lucu, dan Unik dari Keluarga Politik" karya jurnalis Koran SINDO, Rahmat Sahid.

Kesedihan itu bermula ketika dirinya diminta untuk menyampaikan testimoni terkait buku tersebut. Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun tak kuasa ketika mengingat kenangan bersama Almarhum Taufiq.

"Mulai dari halaman 135 (buku tentang Taufiq). Hari-hari ini yang terlihat di keluarga kami bertiga, kemudian sekarang (puan nangis), berkurang, hanya tinggal Ibu dan saya," katanya dengan berurai air mata di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Puan mengatakan, sebagai keluarga politik dirinya sangat merasakan kehilangan lantaran sikap politis yang mereka bangun di dalam keluarga saling bersinergi.

"Tentu juga saya harus mengatakan kami memang keluarga politik. Tadi dikatakan Qodari (pengamat politik) dari dahulu sudah ada penugasan-penugasan dari ketum berkaitan tugas saya, saat ingin melaksanakan tugas dari ketum untuk menjadikan Taufiq Kiemas (sebagai) Ketua MPR, saya bisa katakan, tandem di antara kami bertiga dilakukan secara sinergis dari dulu," terangnya.

"Pada saat mendukung Bu Mega, Pak Taufiq Kiemas menugaskan saya. Contohnya kongres terakhir, kita akan melihat bagaimana terjadi dinamika sangat kencang dan tajam. Bahwa sepertinya terjadi dua faksi antara Taufiq dan Mega sebagai calon ketum akan datang," lanjutnya seraya sesekali menyeka wajahnya dengan tisu.

Ia juga mengenang kalau dirinya pernah berpesan kepada Taufiq agar tidak terlalu aktif dalam kegiatan kongres PDIP di Bali lantaran memiliki penyakit jantung. "Saya bilang papa dari pagi sampai malam jangan pulang-pulang ke arena kongres (karena punya penyakit jantung)," jelasnya.

"Saya jadinya kesayangan bapak ibu dengan cara masing-masing. Bapak lebih frontal, ekpresif, sementara ibu saya kan tenang kalem bisa nahan emosi," kenangnya.

Kenangan yang juga tak dapat dilupakan adalah sifat Almarhum Taufiq yang memiliki perhatian tinggi kepada keluarga seperti yang ia rasakan saat kongres PDIP di Bali beberapa waktu lalu.

"Bapak pergi dari kongres dari pagi sampai malam. Taufiq Kiemas itu sering telpon, udah umur segini bisa 15 kali ditelpon sehari. Telpon-telpon terus, memang begitu, itulah bapak saya dan itu jadi satu hal yang kami semua kehilangan," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved