PKB pesimis wacana capres gabungan partai Islam

Jum'at, 30 Agustus 2013 - 04:25 WIB
PKB pesimis wacana capres...
PKB pesimis wacana capres gabungan partai Islam
A A A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar menilai wacana agar partai berbasis Islam bergabung mengusung calon presiden (Capres) gagasan yang baik. Namun, menurutnya realisasinya sampai hari ini masih sulit karena belum ada komunikasi terkait hal tersebut.

"Karena komunikasi diantara partai-partai agama belum membicarakan nama-nama calon presiden. Kecuali memang ada komunikasi secara baik. Namun hingga saat ini belum ada komunikasi apapun," katanya ketika dihubungi SINDO, di Jakarta, Kamis (29/8/2013).

Belum adanya pembicaraan serius inilah yang membuat Ketua Fraksi PKB ini pesimis dengan wacana tersebut. Kemudian dia juga mengatakan bahwa biasanya sulit untuk menyatukan partai-partai Islam.

"Sebatas ide dan wacana memang oke. Tetapi saya pesimis dengan implementasinya. Disamping tidak ada komunikasi biasanya juga sulit bersatu," ungkapnya.

Dia mengatakan PKB tentu akan berpikir untuk ikut jika sekarang sudah ada pembicaraan intensif terkait siapa saja calonnya. Namun memang belum ada sinyal.

"Kalau mau mengusulkan dari sekarang figurnya sudah disosialisasikan. Kalau perlu di buatkan iklan," katanya.

Namun demikian, PKB nantinya akan melihat hasil pembicaraannya. Terkait bagaimana visi-misinya dan siapa figurnya. Menurutnya jika figurnya dianggap tidak tepat atau elektabilitasnya dan popularitasnya rendah, pasti PKB akan berpikir ulang.

"Kalau figurnya baik dan layak untuk dipertimbangkan ya tentu mengapa tidak," katanya.

Terkait dengan pembentukan poros tengah seperti tahun 1999, Marwan mengatakan hal tersebut konteksnya berbeda. Misalnya dahulu presiden dipilih MPR tetapi sekarang dipilih langsung oleh rakyat.

Kemudian kontelasi dan konfigurasi politiknya juga berbeda. Menurutnya dahulu semangat reformasi dan perbaikan luar biasa.
"Waktu itu memang ada dikotomi Nasionalis dan Islam yang sangat kuat. Sekarang sudah tak ada lagi. Sekarang situasinya berbeda. Sekarang siapapun yang tentunya dikehendaki rakyat," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Moderator Debat Capres...
Moderator Debat Capres 2014 Zainal Arifin Mochtar: 2024 Harus Menarik, Bukan Hanya Nanya dan Dijawab
Revisi UU Desa, Bacapres...
Revisi UU Desa, Bacapres Ganjar dan Puan Ungkap tentang Kesejahteraan
Inflasi Terendah Sejak...
Inflasi Terendah Sejak 2014, Ini Faktor Utamanya
Swiss vs Argentina:...
Swiss vs Argentina: Bayangan Hantu Trauma 2014
Rakernas PDIP Rekomendasikan...
Rakernas PDIP Rekomendasikan Perpanjangan Masa Jabatan Kades Jadi 9 Tahun
Berita Terkini
Prabowo Sampaikan Belasungkawa...
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani
Karier Febrie Tamat,...
Karier Febrie Tamat, Gus Lilur: Kejaksaan dan Kepolisian Kian Erat
PPATK Siap Bantu Lacak...
PPATK Siap Bantu Lacak Aliran Uang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Gandeng KPK Jadi Sinyal...
Gandeng KPK Jadi Sinyal Kuat Kejagung Usut Kasus Eks Jampidsus
Percepat Proses Pengganti...
Percepat Proses Pengganti Jampidsus, Istana: Diputuskan Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved