KNKNM minta Pemerintah Indonesia bantu Mesir
Rabu, 21 Agustus 2013 - 03:29 WIB
KNKNM minta Pemerintah Indonesia bantu Mesir
A
A
A
Sindonews.com - Aksi kudeta militer dan tragedi di Mesir dikecam oleh Komite Nasional untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KNKDM).
KNKDM bersama seluruh elemen masyarakat nusantara menentang keras aksi tersebut, Selasa (20/8). Sekretaris Jenderal KNKDM Suhartono TB menuturkan, penentangan itu sebagai wujud keprihatinan rakyat Indonesia atas tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Mesir.
Menurutnya, Pemerintah RI harus melihat kasus di Mesir dengan kacamata kemanusiaan, meskipun tidak harus terkesan mengintervensi urusan dalam negeri Mesir,
“Mestinya pemerintah Indonesia terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Mesir, “ tegasnya di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Sebab pada ketika Indonesia belum mendapatkan pengakuan dari dunia internasional terhadap kemerdekaan RI, Presiden Mesir saat itu Gamal Abdun Naser pertama kali menyatakan pengakuan untuk kemerdekaan RI dari Pemerintah Mesir.
“Ini salah satu bukti, bangsa Mesir sangat perhatian terhadap kemerdekaan rakyat Indonesia saat itu,” urainya
Pria alumnus Universitas Al Azhar Mesir jurusan Sejarah dan Peradaban Islam ini menambahkan, saat di Indonesia terjadi masa Reformasi dan mengalami krisis moneter, sejumlah rakyat Mesir datang berbondong-bondong ke KBRI di Mesir, untuk memberikan bantuan pendidikan mahasiswa Indonesia belajar di Mesir.
Saat itu, ada salah seorang pemilik Toko kecil di At taba’ datang membantu, memberikan donasinya ke KBRI, untuk keberlangsungan biaya belajar mahasiswa Indonesia di Mesir. "Bentuk kepedulian itu harus dikenang oleh pemerintah RI,” kenangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sudah saatnya pemerintah RI memberikan dukungan kepada pemerintah Mesir dan mengecam aksi kudeta militer tersebut. Karena selama ini mesir tidak pernah meminta bantuan kepada Indonesia.
Namun mereka terdepan dalam memberikan bantuan untuk masyarakat Gaza Palestina, ketika diserang Israel beberapa waktu lalu. Ketika itu warga Mesir mengirimkan bantuan sebanyak 4 bus berisi obat-obatan, makanan dan bahan bangunan untuk rakyat Gaza.
“Ini menjadi cerminan, bahwa masyarakat Mesir bukan teroris, seperti yang gencar diberitakan media pemerintah kudeta sekarang ini, dan Indonesia mestinya lebih arif dan objektif dalam melihat akar sejarah masyarakat Mesir yang senang membantu kepada sesama,” tandasnya penuh harap.
KNKDM bersama seluruh elemen masyarakat nusantara menentang keras aksi tersebut, Selasa (20/8). Sekretaris Jenderal KNKDM Suhartono TB menuturkan, penentangan itu sebagai wujud keprihatinan rakyat Indonesia atas tragedi kemanusiaan yang menimpa rakyat Mesir.
Menurutnya, Pemerintah RI harus melihat kasus di Mesir dengan kacamata kemanusiaan, meskipun tidak harus terkesan mengintervensi urusan dalam negeri Mesir,
“Mestinya pemerintah Indonesia terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Mesir, “ tegasnya di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Selasa (20/8/2013).
Sebab pada ketika Indonesia belum mendapatkan pengakuan dari dunia internasional terhadap kemerdekaan RI, Presiden Mesir saat itu Gamal Abdun Naser pertama kali menyatakan pengakuan untuk kemerdekaan RI dari Pemerintah Mesir.
“Ini salah satu bukti, bangsa Mesir sangat perhatian terhadap kemerdekaan rakyat Indonesia saat itu,” urainya
Pria alumnus Universitas Al Azhar Mesir jurusan Sejarah dan Peradaban Islam ini menambahkan, saat di Indonesia terjadi masa Reformasi dan mengalami krisis moneter, sejumlah rakyat Mesir datang berbondong-bondong ke KBRI di Mesir, untuk memberikan bantuan pendidikan mahasiswa Indonesia belajar di Mesir.
Saat itu, ada salah seorang pemilik Toko kecil di At taba’ datang membantu, memberikan donasinya ke KBRI, untuk keberlangsungan biaya belajar mahasiswa Indonesia di Mesir. "Bentuk kepedulian itu harus dikenang oleh pemerintah RI,” kenangnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sudah saatnya pemerintah RI memberikan dukungan kepada pemerintah Mesir dan mengecam aksi kudeta militer tersebut. Karena selama ini mesir tidak pernah meminta bantuan kepada Indonesia.
Namun mereka terdepan dalam memberikan bantuan untuk masyarakat Gaza Palestina, ketika diserang Israel beberapa waktu lalu. Ketika itu warga Mesir mengirimkan bantuan sebanyak 4 bus berisi obat-obatan, makanan dan bahan bangunan untuk rakyat Gaza.
“Ini menjadi cerminan, bahwa masyarakat Mesir bukan teroris, seperti yang gencar diberitakan media pemerintah kudeta sekarang ini, dan Indonesia mestinya lebih arif dan objektif dalam melihat akar sejarah masyarakat Mesir yang senang membantu kepada sesama,” tandasnya penuh harap.
(stb)