Hotma Sitompul mengaku tidak tahu kasus keponakannya

Kamis, 01 Agustus 2013 - 17:04 WIB
Hotma Sitompul mengaku...
Hotma Sitompul mengaku tidak tahu kasus keponakannya
A A A
Sindonews.com - Pengacara kondang Hotma Sitompoel merampungkan pemeriksaan sebagai saksi dalam dugaan suap pengusutan kasasi di Mahkamah Agung (MA) yang menyeret anak buahnya, Mario Carnalio Bernardo (MCB). Apa saja materi pemeriksaan hari ini?

"Itu pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan. Pertanyaannya yang 24 pertanyaan. Itu aja yang bisa saya jawab," kata Hotma di Gedung KPK, Senayan, Jakarta, Kamis (1/8/2013).

Hotma mengaku, tidak tahu menahu mengenai perkara yang membelit Mario, yang masih keponakannya. Meskipun sebagai atasan, ia tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Mario.

"Apa kira-kira saya tahu pekerjaan yang dilakukan lawyer saya. Jadi apakah atasan perlu tahu, pekerjaan bawahannya," ketusnya.

Dia menegaskan tidak pernah memerintahkan Mario untuk menyuap pegawai MA, Djodi Suprtaman. "Kalau itu yang anda tanya tentu saja saya tidak, bagaimana saya memerintah," tegas Hotma.

Ketika kembali didesak oleh wartawan apakah terlibat dalam kasus dugaan suap itu, Hotma tetap mengaku tidak tahu. "Tadi kan saya jawab tidak," pungkasnya.

Seperti diketahui, Mario Carnalio Bernardo bersama pegawai Mahkamah Agung (MA), Djodi Supratman telah resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan kasasi di MA.

Status tersangka keduanya ditetapkan setelah diperiksa intensif 1x24 jam usai diringkus dalam OTT KPK, Kamis (25/7) lalu. Penetapan status tersangka terhadap Mario dan Djodi setelah penyidik KPK menemukan dua alat bukti cukup menyangkut tindak pidana korupsi oleh Mario dan Djodi.

Mario dan Djodi dikenakan pasal terkait penyuapan terkait status tersangka yang ditetapkan KPK. Menurut Johan, Mario dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 Huruf A atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Adapun Djodi dijerat Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi.
(kri)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved