Jangan harap korupsi berkurang jika tak ada komitmen
Rabu, 24 Juli 2013 - 08:29 WIB
Jangan harap korupsi berkurang jika tak ada komitmen
A
A
A
Sindonews.com - Korupsi di Indonesia seakan tak pernah ada habisnya. Pasalnya, acapkali kasus korupsi baru terus bermunculan dan melibatkan pihak-pihak yang selama ini menjadi tumpuan untuk perubahan bangsa ini.
Sebut saja keterlibat sejumlah oknum partai politik (parpol) dalam beberapa kasus korupsi. Adanya pejabat yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan dirinya dan golongan.
Pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengungkapkan, sebaik apapun aturan atau sistem yang dibuat untuk memberantas korupsi, namun jika tidak ada kemauan dari elite, tetap saja peraturan tersebut tumpul.
"Jika tidak ada komitmen dari pemimpin negara ini, maka bangsa ini tidak akan mungkin bisa berubah," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Rabu (24/7/2013).
"Perlu ada kesadaran dari elite dan pemimpin di negara ini, untuk merubah bangsa ini. Jangan terus berkutat pada korupsi dan hanya mementingkan kepentingan golongan saja. Sehingga hanya memunculkan koruptor-koruptor baru," imbuhnya.
Sebelumnya, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik (parpol) terus mengalami penurunan. Hal itu dibuktikan lewat survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI). Hanya 31 persen masyarakat yang percaya parpol, 58 persen sedikit percaya atau tidak percaya sama sekali, dan 11 persen tidak tahu. Hasil tersebut berdasarkan survei yang mereka lakukan sejak tanggal 19-27 Juni 2013, dengan jumlah sampel 2.290 dan margin of error +-2,1 persen.
Sebut saja keterlibat sejumlah oknum partai politik (parpol) dalam beberapa kasus korupsi. Adanya pejabat yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan dirinya dan golongan.
Pengamat politik dari Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengungkapkan, sebaik apapun aturan atau sistem yang dibuat untuk memberantas korupsi, namun jika tidak ada kemauan dari elite, tetap saja peraturan tersebut tumpul.
"Jika tidak ada komitmen dari pemimpin negara ini, maka bangsa ini tidak akan mungkin bisa berubah," kata Sugiyanto, saat dihubungi Sindonews, Rabu (24/7/2013).
"Perlu ada kesadaran dari elite dan pemimpin di negara ini, untuk merubah bangsa ini. Jangan terus berkutat pada korupsi dan hanya mementingkan kepentingan golongan saja. Sehingga hanya memunculkan koruptor-koruptor baru," imbuhnya.
Sebelumnya, kepercayaan masyarakat terhadap partai politik (parpol) terus mengalami penurunan. Hal itu dibuktikan lewat survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI). Hanya 31 persen masyarakat yang percaya parpol, 58 persen sedikit percaya atau tidak percaya sama sekali, dan 11 persen tidak tahu. Hasil tersebut berdasarkan survei yang mereka lakukan sejak tanggal 19-27 Juni 2013, dengan jumlah sampel 2.290 dan margin of error +-2,1 persen.
(maf)