Sasar penentu kebijakan harus jadi target KPK
Kamis, 18 Juli 2013 - 05:03 WIB
Sasar penentu kebijakan harus jadi target KPK
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku terus mengembangkan mega skandal Bank Century dengan menyasar keterlibatan pihak lain. Namun, KPK tidak menegaskan apakah yang dicari adalah terkait dengan penentu kebijakan.
"Penentu kebijakan harus juga menjadi target KPK. Logika KPK sudah benar. Menyasar penentu kebijakan akan membongkar tabir abu-abu yang selama ini sulit diungkap," ujar Pemerhati Korupsi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi kepada Sindonews, Rabu (17/7/2013).
Menurutnya, menyasar level penentu kebijakan dalam kasus bailout Century harus menjadi fokus KPK. Menindak para aktor utama dianggap akan meningkatkan kepercayaan publik kepada KPK.
"Selama ini kan KPK dianggap masih bersih dari intervensi politik. Momentum untuk menyasar pengambil kebjakan harus tetap dimanfaatkan oleh KPK," kata dosen Universitas Paramadina ini.
Ia berpendapat, kasus Century menjadi pertaruhan KPK. Keberanian KPK diuji dalam menuntaskan kasus Century sebelum periode kepemimpinan SBY berakhir.
"Sebab kasus Century dilihat oleh banyak pihak adalah strong point bagi eksistensi KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Jika KPK tidak berani menyasar pengambil kebijakan maka dukungan publik akan hilang," katanya.
Muradi menegaskan, kasus Century menjadi perjudian serius KPK terkait dengan eksistensinya dalam pemberantasan korupsi. Berbagai rumor yang berkaitan dengan KPK menunjukkan semakin kuatnya keraguan banyak pihak terhadap kinerja Abraham Samad Cs.
"Ada banyak rumor terkait dengan itu, tapi setidaknya saya masih meyakini bahwa KPK periode sekarang ini jauh lebih steril dan berani memproses kasus-kasus besar, termasuk Century," pungkasnya.
"Penentu kebijakan harus juga menjadi target KPK. Logika KPK sudah benar. Menyasar penentu kebijakan akan membongkar tabir abu-abu yang selama ini sulit diungkap," ujar Pemerhati Korupsi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi kepada Sindonews, Rabu (17/7/2013).
Menurutnya, menyasar level penentu kebijakan dalam kasus bailout Century harus menjadi fokus KPK. Menindak para aktor utama dianggap akan meningkatkan kepercayaan publik kepada KPK.
"Selama ini kan KPK dianggap masih bersih dari intervensi politik. Momentum untuk menyasar pengambil kebjakan harus tetap dimanfaatkan oleh KPK," kata dosen Universitas Paramadina ini.
Ia berpendapat, kasus Century menjadi pertaruhan KPK. Keberanian KPK diuji dalam menuntaskan kasus Century sebelum periode kepemimpinan SBY berakhir.
"Sebab kasus Century dilihat oleh banyak pihak adalah strong point bagi eksistensi KPK dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Jika KPK tidak berani menyasar pengambil kebijakan maka dukungan publik akan hilang," katanya.
Muradi menegaskan, kasus Century menjadi perjudian serius KPK terkait dengan eksistensinya dalam pemberantasan korupsi. Berbagai rumor yang berkaitan dengan KPK menunjukkan semakin kuatnya keraguan banyak pihak terhadap kinerja Abraham Samad Cs.
"Ada banyak rumor terkait dengan itu, tapi setidaknya saya masih meyakini bahwa KPK periode sekarang ini jauh lebih steril dan berani memproses kasus-kasus besar, termasuk Century," pungkasnya.
(kri)