KPK diminta tak terlalu vulgar soal Century
Rabu, 10 Juli 2013 - 18:02 WIB
KPK diminta tak terlalu vulgar soal Century
A
A
A
Sindonews.com - Tim Pengawas (Timwas) rekomendasi DPR RI untuk kasus dugaan bailout Bank Century, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak membuka terlalu luas mengenai perkara senilai Rp6,7 triliun itu.
"DPR meminta kita tidak membuka hal-hal yang dianggap terlalu luas," kata Ketua KPK, Abraham Samad di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2013).
Menurutnya, sudah ada kesepakatan antara Timwas Century dengan KPK, agar tidak terlalu terbuka terhadap masalah tersebut. "Silakan tanya ke Timwas, ada kesepakatan dengan Timwas, agar kita enggak beri penjelasan secara utuh," terangnya.
"Makanya tadi saya jelaskan, bahwa ada permintaan dari teman-teman Timwas, bahwa apa yang kita diskusikan tadi sifatnya tertutup," sambungnya.
Pria asal Makassar itu pun menyampaikan jika mereka akan mematuhi kesepakatan yang telah ditentukan, termasuk soal kasus Century. "Jadi kita taat kepada Timwas, kalau Timwas menyampaikan, itu menjadi kewenangannya, silakan dan KPK tidak keberatan silakan," tuntasnya.
"DPR meminta kita tidak membuka hal-hal yang dianggap terlalu luas," kata Ketua KPK, Abraham Samad di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2013).
Menurutnya, sudah ada kesepakatan antara Timwas Century dengan KPK, agar tidak terlalu terbuka terhadap masalah tersebut. "Silakan tanya ke Timwas, ada kesepakatan dengan Timwas, agar kita enggak beri penjelasan secara utuh," terangnya.
"Makanya tadi saya jelaskan, bahwa ada permintaan dari teman-teman Timwas, bahwa apa yang kita diskusikan tadi sifatnya tertutup," sambungnya.
Pria asal Makassar itu pun menyampaikan jika mereka akan mematuhi kesepakatan yang telah ditentukan, termasuk soal kasus Century. "Jadi kita taat kepada Timwas, kalau Timwas menyampaikan, itu menjadi kewenangannya, silakan dan KPK tidak keberatan silakan," tuntasnya.
(maf)