Konvensi capres Demokrat pemberi harapan palsu
Senin, 17 Juni 2013 - 06:39 WIB
Konvensi capres Demokrat pemberi harapan palsu
A
A
A
Sindonews.com - Konvensi terbuka calon presiden (capres) Partai Demokrat dinilai hanya memberi harapan palsu, kepada para peserta konvensi yang berambisi maju sebagai capres 2014.
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah menilai, jika keputusan capres yang akan diusung Demokrat ditentukan oleh Majelis Tinggi Demokrat, tak perlu menggelar ajang pencarian capres.
"Masak orang sudah bersang dari bawah, nanti akhirnya capres ditentukan oleh Majelis Tinggi Demokrat, itu bukan konvensi namanya," ucap Iberamsjah kepada Sindonews, Senin (17/6/2013).
Menurutnya sistem konvensi yang akan diselenggarakan partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak adil. "Kalau seperti itu kan peserta konvensi hanya dibohongi, diberi harapan palsu. Jagoannya sudah ada, jadi hanya buang-buang waktu dan duit saja bagi mereka yang ikut konvensi," ketus dia.
Demokrat tidak benar-benar mengadopsi sistem konvensi capres yang diterapkan di Amerika Serikat (AS), dimana capres yang akan diusung adalah yang mengungguli hasil polling masyarakat.
"Di Amerika konvensi capres itu terbuka, bersaing dari bawah ke atas, sampai dilakukan polling, dan yang tertinggi akan diusung sebagai capres, itu baru namanya konvensi capres terbuka," kata dia.
Pengamat Politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah menilai, jika keputusan capres yang akan diusung Demokrat ditentukan oleh Majelis Tinggi Demokrat, tak perlu menggelar ajang pencarian capres.
"Masak orang sudah bersang dari bawah, nanti akhirnya capres ditentukan oleh Majelis Tinggi Demokrat, itu bukan konvensi namanya," ucap Iberamsjah kepada Sindonews, Senin (17/6/2013).
Menurutnya sistem konvensi yang akan diselenggarakan partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak adil. "Kalau seperti itu kan peserta konvensi hanya dibohongi, diberi harapan palsu. Jagoannya sudah ada, jadi hanya buang-buang waktu dan duit saja bagi mereka yang ikut konvensi," ketus dia.
Demokrat tidak benar-benar mengadopsi sistem konvensi capres yang diterapkan di Amerika Serikat (AS), dimana capres yang akan diusung adalah yang mengungguli hasil polling masyarakat.
"Di Amerika konvensi capres itu terbuka, bersaing dari bawah ke atas, sampai dilakukan polling, dan yang tertinggi akan diusung sebagai capres, itu baru namanya konvensi capres terbuka," kata dia.
(lal)