PKS dinilai pragmatis & berkelamin ganda
Jum'at, 07 Juni 2013 - 07:31 WIB
PKS dinilai pragmatis & berkelamin ganda
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang terus mempertontonkan penolakan terhadap wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat cibiran. Sikap yang dianggap pro rakyat itu bukan mendapat pujian, tapi malah sebaliknya dianggap merusak sistem perpolitikan yang sehat.
"Sikap politik PKS tersebut tidak mencerminkan adanya sebuah ideologi politik. Sikap mereka menggambarkan sikap pragmatisme politik," ujar Senior Researcher di Founding Fathers House (FFH), Dian Permata melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Kamis (6/6/2013)
Ia menilai, PKS telah berkhianat dengan komitmen mereka sendiri ketika memutuskan bergabung menjadi bagian Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan wakil Presiden Boediono.
"Apabila mereka mengambil sikap oposisi maka mereka harus keluar dari koalisi dan menarik keluar kader mereka dari kabinet. Apabila sikap itu diambil maka akan memperbaiki citra politik PKS, yang saat ini sedang tergerus isu suap daging sapi dan perempuan," tandasnya.
Dian menambahkan, sikap membangkang yang terus ditunjukkan PKS tak memberikan keuntungan apapun dari sisi perbaikan citra partai. Katanya, publik akhirnya bisa menilai PKS adalah partai yang plin-plan dalam mengambil sikap.
"PKS bukan tidak tegas, PKS bisa disebut berkelamin ganda dalam berpolitik," pungkasnya.
"Sikap politik PKS tersebut tidak mencerminkan adanya sebuah ideologi politik. Sikap mereka menggambarkan sikap pragmatisme politik," ujar Senior Researcher di Founding Fathers House (FFH), Dian Permata melalui sambungan telepon kepada Sindonews, Kamis (6/6/2013)
Ia menilai, PKS telah berkhianat dengan komitmen mereka sendiri ketika memutuskan bergabung menjadi bagian Sekretariat Gabungan (Setgab) koalisi pendukung pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan wakil Presiden Boediono.
"Apabila mereka mengambil sikap oposisi maka mereka harus keluar dari koalisi dan menarik keluar kader mereka dari kabinet. Apabila sikap itu diambil maka akan memperbaiki citra politik PKS, yang saat ini sedang tergerus isu suap daging sapi dan perempuan," tandasnya.
Dian menambahkan, sikap membangkang yang terus ditunjukkan PKS tak memberikan keuntungan apapun dari sisi perbaikan citra partai. Katanya, publik akhirnya bisa menilai PKS adalah partai yang plin-plan dalam mengambil sikap.
"PKS bukan tidak tegas, PKS bisa disebut berkelamin ganda dalam berpolitik," pungkasnya.
(kri)