Internal Golkar: Pernyataan Priyo emosional dan tidak pantas
Selasa, 04 Juni 2013 - 10:22 WIB
Internal Golkar: Pernyataan Priyo emosional dan tidak pantas
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Golkar, Yoris Raweyai mengkritik komentar Priyo Budi Santoso yang menyebutkan ada upaya internal partai mendepak dari posisi dan jabatan melalui berita kunjungan ke Lapas Sukamiskin.
Menurutnya, sebagai pimpinan Priyo semestinya tidak mengomentari masalah di internal partai kepada publik. Apa yang dikatakan Priyo hanya asumsi pribadi.
"Dia sebagai kader atau pimpinan bahwa ada upaya internal (menjatuhkan posisi), dari mana dia bisa buktikan itu. Statment dia itu emosi dan tidak pantas," kata Yoris di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
Lanjut dia, saat Golkar mendaulat Priyo sebagai Wakil Ketua DPR itu melalui mekanisme terbuka dengan cara pengambilan keputusan, karenanya, tidak mungkin ada kader partai yang mencoba untuk merebut kursi jabatan itu.
"Golkar itu partai terbuka dan partai paling demokratis dalam pengambilan keputusan, saya selalu untuk otorkitik untuk kemajuan partai, berpartai kalau tidak mau mengkritisi apalagi partai terbuka, perlu kita melakukan kritikan, sebagai kader siapa yang (ingin) mendongkel dia," tegasnya.
Kendati demikian, Yoris belum tahu apakah partainya akan memanggil Priyo atau tidak. Namun yang pasti dirinya akan mendorong agar partai bisa meminta Priyo untuk menjelaskan terkait komentarnya itu.
"Saya nggak tahu, tapi selaku deputi Polkam saya akan bicarakan ke fraksi perlu untuk kita mendengar langsung dari Priyo," katanya.
"Kita sampaikan tidak perlu persoalan internal harus keluar sumbernya keluar dari dia," tuntasnya.
Menurutnya, sebagai pimpinan Priyo semestinya tidak mengomentari masalah di internal partai kepada publik. Apa yang dikatakan Priyo hanya asumsi pribadi.
"Dia sebagai kader atau pimpinan bahwa ada upaya internal (menjatuhkan posisi), dari mana dia bisa buktikan itu. Statment dia itu emosi dan tidak pantas," kata Yoris di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/6/2013).
Lanjut dia, saat Golkar mendaulat Priyo sebagai Wakil Ketua DPR itu melalui mekanisme terbuka dengan cara pengambilan keputusan, karenanya, tidak mungkin ada kader partai yang mencoba untuk merebut kursi jabatan itu.
"Golkar itu partai terbuka dan partai paling demokratis dalam pengambilan keputusan, saya selalu untuk otorkitik untuk kemajuan partai, berpartai kalau tidak mau mengkritisi apalagi partai terbuka, perlu kita melakukan kritikan, sebagai kader siapa yang (ingin) mendongkel dia," tegasnya.
Kendati demikian, Yoris belum tahu apakah partainya akan memanggil Priyo atau tidak. Namun yang pasti dirinya akan mendorong agar partai bisa meminta Priyo untuk menjelaskan terkait komentarnya itu.
"Saya nggak tahu, tapi selaku deputi Polkam saya akan bicarakan ke fraksi perlu untuk kita mendengar langsung dari Priyo," katanya.
"Kita sampaikan tidak perlu persoalan internal harus keluar sumbernya keluar dari dia," tuntasnya.
(lns)