Ini kata HT soal nasib Perindo
Minggu, 24 Februari 2013 - 22:52 WIB
Ini kata HT soal nasib Perindo
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo) sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo (HT) menegaskan, Perindo didirikan bukan untuk dijadikan partai politik (Parpol).
"Saya harus menggaris bawahi bahwa Perindo didirikan karena keprihatinan yang kita hadapi, bangsa kita saat ini. Perindo bukan bagian dari partai politik, tujuannya aktivitas sosial," kata HT di sela-sela deklarasi Perindo, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2/2013).
Namun HT tidak menampik, jika dikemudian hari Perindo bisa berubah menjadi parpol. Menurutnya, perubahan oramas Perindo ke parpol bisa saja terjadi jika kondisi Indonesia tidak mengalami kemajuan.
"Namun harus di garis bawahi, seandainya kondisi Indonesia di 2019 masih seperti sekarang di 2014, ada kemungkinan Perindo jadi partai politik," ucap HT.
Lebih lanjut dia mengatakan, tujuan akhir Perindo adalah untuk memastikan, dan melihat bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Partai politik itu hanya sarana. Tujuan akhirnya, bukan jabatan di partai politik, bukan bernaung di partai politik, tetapi partai politik merupakan sarana menjadi bagian dari perubahan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
"Saya harus menggaris bawahi bahwa Perindo didirikan karena keprihatinan yang kita hadapi, bangsa kita saat ini. Perindo bukan bagian dari partai politik, tujuannya aktivitas sosial," kata HT di sela-sela deklarasi Perindo, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2/2013).
Namun HT tidak menampik, jika dikemudian hari Perindo bisa berubah menjadi parpol. Menurutnya, perubahan oramas Perindo ke parpol bisa saja terjadi jika kondisi Indonesia tidak mengalami kemajuan.
"Namun harus di garis bawahi, seandainya kondisi Indonesia di 2019 masih seperti sekarang di 2014, ada kemungkinan Perindo jadi partai politik," ucap HT.
Lebih lanjut dia mengatakan, tujuan akhir Perindo adalah untuk memastikan, dan melihat bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Partai politik itu hanya sarana. Tujuan akhirnya, bukan jabatan di partai politik, bukan bernaung di partai politik, tetapi partai politik merupakan sarana menjadi bagian dari perubahan Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.
(maf)