Ada yang ingin adu domba PKS dengan KPK

Rabu, 30 Januari 2013 - 11:18 WIB
Ada yang ingin adu domba...
Ada yang ingin adu domba PKS dengan KPK
A A A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah membantah jika ada kader mereka yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penangkapan di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada Selasa 29 Januari 2013, kemarin malam.

Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) menyampaikan, ada upaya untuk mengadu domba hubungan antara partainya dengan KPK, sehingga diinformasikan bahwa ada kader mereka yang ditangkap.

"Ini untuk mengadu domba dan meretakkan hubungan kita (PKS) dengan KPK," ucapnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).

Dia melanjutkan, informasi penangkapan kader PKS juga sebagai langkah untuk pengalihan isu yang tengah berkembang saat ini. Selain itu menurutnya, berupaya untuk menjatuhkan citra partai berbasis Islam tersebut.

"Terlihat ada tendensi untuk mengalihkan isu dengan mengatakan PKS ditangkap saya rasa ada pengalihan dan tendensi ke sana," tandasnya.

Seperti diberitakan Sindonews sebelumnya, KPK berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga kuat tengah melakukan aksi suap di Hotel Le Meredien, Jakarta. Pagi ini, sejumlah orang yang ditangkap itu masih diperiksa oleh tim penyidik KPK.

Di antaranya terdapat tiga pria dan satu perempuan. Dua pria bernama Ahmad dan Sahruddin. Ahmad diduga seorang pengusaha di PT Indoguna Utama, perusahaan yang bergerak di bidang komoditi daging potong, sedangkan Sahruddin sopir Ahmad.

Seorang wanita diketahui bernama Ranny. Peran Ranny sendiri belum diketahui secara pasti. Yang jelas, saat saat diboyong ke kantor KPK, Ranny terlihat mengenakan pakaian seksi. Sementara satu orang lagi yang ikut diseret KPK itu belum diketahui identitasnya secara jelas.

Saat meringkus Ahmad, Sahruddin, dan Ranny petugas berhasil mengamankan sejumlah uang yang ditaksir sekitar Rp1 miliar. Uang pecahan Rp100 ribu tersebut tersimpan dalam dua kantong plastik besar. Satu berwarna putih, satu lagi warna hitam.

Petugas juga mengamankan sejumlah dokumen yang disimpan dalam sebuah tas koper hitam dan kantong plastik putih transparan. Selain itu, ada juga dua buku tabungan.
(maf)
Berita Terkait
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
Pemberantasan Korupsi...
Pemberantasan Korupsi dan Perampasan Aset
Pemberantasan Korupsi,...
Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
Sisi Lain dalam Pemberantasan...
Sisi Lain dalam Pemberantasan Korupsi
Partisipasi Publik dalam...
Partisipasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
UU Antitipikor Sarana...
UU Antitipikor Sarana Pemberantasan Korupsi
Berita Terkini
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Roy Suryo Soroti Karya...
Roy Suryo Soroti Karya Jurnalistik Dijadikan Bukti dalam Dakwaan Dokter Tifa
Menhut Tegaskan Amplop...
Menhut Tegaskan Amplop Bupati Kuansing Dikembalikan dan Tak Ada Pelepasan Hutan
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Transformasi Polri di Era Listyo Sigit Dapat Apresiasi
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved