PKS harap reshuffle sesuai kepentingan pemerintahan
Kamis, 03 Januari 2013 - 13:44 WIB
PKS harap reshuffle sesuai kepentingan pemerintahan
A
A
A
Sindonews.com - Rencana reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II diharapkan tak sekedar kegaduhan politik, tapi harus berdasarkan urgensi untuk meningkatkan kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Boediono.
"Saya berharap bila memang terjadi reshuffle, bukanlah bagian dari gimmick politik yang demikian, namun memang karena ada urgensi yang sangat mendesak," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsiy kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/1/2012).
Menurutnya, posisi menteri tentu mempunyai peran strategis dalam pemerintahan SBY. Dan Presiden mempunyai pertimbangan tertentu untuk melakukan reshuffle karena sudah menjadi kewenangannya.
"Kita serahkan saja soal reshufle kementrian kepada Presiden, itu hak perogratif beliau," katanya.
Jika benar reshuffle kabinet dilakukan Maret 2013 ini, sisa pemerintahan akan habis untuk penyesuaian diri menteri baru dengan kabinet. Publikpun akan bertanya apa yang ingin dicapai dari reshuffle tersebut.
"Pasti banyak yang akan bertannya, lantas apa yang akan dicari dengan melakukan reshuffle pada ujung masa pemerintahan," pungkasnya.
"Saya berharap bila memang terjadi reshuffle, bukanlah bagian dari gimmick politik yang demikian, namun memang karena ada urgensi yang sangat mendesak," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Alhabsiy kepada wartawan di Jakarta, Kamis (3/1/2012).
Menurutnya, posisi menteri tentu mempunyai peran strategis dalam pemerintahan SBY. Dan Presiden mempunyai pertimbangan tertentu untuk melakukan reshuffle karena sudah menjadi kewenangannya.
"Kita serahkan saja soal reshufle kementrian kepada Presiden, itu hak perogratif beliau," katanya.
Jika benar reshuffle kabinet dilakukan Maret 2013 ini, sisa pemerintahan akan habis untuk penyesuaian diri menteri baru dengan kabinet. Publikpun akan bertanya apa yang ingin dicapai dari reshuffle tersebut.
"Pasti banyak yang akan bertannya, lantas apa yang akan dicari dengan melakukan reshuffle pada ujung masa pemerintahan," pungkasnya.
(lns)