Ratusan ribu kasus belum terjamah Polri
Rabu, 26 Desember 2012 - 15:58 WIB
Ratusan ribu kasus belum terjamah Polri
A
A
A
Sindonews.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) rupanya masih mempunyai hutang, dengan menumpuknya sekira ratusan kasus yang belum diselesaikan.
Dalam catatan akhir tahun 2012, Polri baru mampu menyelesaikan sekira 167 ribu lebih kasus dari jumlah total 316 ribu lebih kasus yang harus ditanganinya.
"Tahun 2012 sampai bulan November, jumlah kasus sebanyak 316.500 dan yang sudah selesai ada 167.653 kasus," kata Wakil Bareskrim Polri Irjen Pol Saud Usman, dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) di kantor Kemenkum HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/12/2012).
Saud menyebutkan jenis-jenis kasus yang berhasil ditangani Polri pada tahun 2012 adalah, kasus konvensional ada 304.835 kasus, kasus transnasional sekira 7.171 kasus, kasus kekayaan negara ada 3.844 kasus, dan kasus implikasi kontinjensi 650 kasus.
"Sepanjang 2012 ini, dari penanganan kasus korupsi yang dilakukan oleh Polri diketahui bahwa keuangan negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp250 Miliar. Ini tidak terlepas dari kontribusi petugas kami di lapangan," pungkasnya.
Dalam catatan akhir tahun 2012, Polri baru mampu menyelesaikan sekira 167 ribu lebih kasus dari jumlah total 316 ribu lebih kasus yang harus ditanganinya.
"Tahun 2012 sampai bulan November, jumlah kasus sebanyak 316.500 dan yang sudah selesai ada 167.653 kasus," kata Wakil Bareskrim Polri Irjen Pol Saud Usman, dalam diskusi Refleksi Akhir Tahun Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) di kantor Kemenkum HAM, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/12/2012).
Saud menyebutkan jenis-jenis kasus yang berhasil ditangani Polri pada tahun 2012 adalah, kasus konvensional ada 304.835 kasus, kasus transnasional sekira 7.171 kasus, kasus kekayaan negara ada 3.844 kasus, dan kasus implikasi kontinjensi 650 kasus.
"Sepanjang 2012 ini, dari penanganan kasus korupsi yang dilakukan oleh Polri diketahui bahwa keuangan negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp250 Miliar. Ini tidak terlepas dari kontribusi petugas kami di lapangan," pungkasnya.
(maf)