Kader Golkar pesimis Ical sukses di Pilpres
Rabu, 19 Desember 2012 - 16:01 WIB
Kader Golkar pesimis Ical sukses di Pilpres
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat politik Fadjroel Rachman menyatakan wajar jika Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar (PG) Akbar Tanjung mengultimatum terkait pencalonan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai calon presiden (Capres) Golkar.
Pasalnya yang terlihat selama ini kader Golkar kurang serius dalam mengusung Ical sebagai capres untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"Sebenarnya yang terlihat selama ini, semua kader Golkar terlihat pesimis, Ical mampu menang dalam Pilpres, melihat elektabilitasnya selama ini," kata Fadjroel, saat dihubungi Sindonews, Rabu (19/12/2012).
Aktivis antikorupsi ini melanjutkan, jika pencapresan Ical tidak membawa keuntungan bagi Golkar. Bukan tidak mungkin, Golkar bisa menelan kekalahan telak di Pilpres mendatang.
"Namun, sejarahnya selama ini, Golkar tidak pernah mau berada di posisi sebagai pihak yang kalah, dia ingin tetap menang paling tidak dekat pada kekuasaan," pungkasnya.
Sebelumnya Dewan Pertimbangan PG mengatakan, pencapresan Ical di 2014 perlu dievaluasi pada Juni 2013, atau setahun setelah penetapan. Evaluasi itu untuk melihat hasil kerja selama setahun, apakah elektabilitas Ical sudah naik atau tidak.
Bila elektabilitas Ical tak kunjung naik, kata dia, maka perlu diambil satu langkah-langkah strategis. Bahkan, pendapat Akbar ini dituangkan dalam surat yang ditujukan ke DPP Partai Golkar.
Pasalnya yang terlihat selama ini kader Golkar kurang serius dalam mengusung Ical sebagai capres untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
"Sebenarnya yang terlihat selama ini, semua kader Golkar terlihat pesimis, Ical mampu menang dalam Pilpres, melihat elektabilitasnya selama ini," kata Fadjroel, saat dihubungi Sindonews, Rabu (19/12/2012).
Aktivis antikorupsi ini melanjutkan, jika pencapresan Ical tidak membawa keuntungan bagi Golkar. Bukan tidak mungkin, Golkar bisa menelan kekalahan telak di Pilpres mendatang.
"Namun, sejarahnya selama ini, Golkar tidak pernah mau berada di posisi sebagai pihak yang kalah, dia ingin tetap menang paling tidak dekat pada kekuasaan," pungkasnya.
Sebelumnya Dewan Pertimbangan PG mengatakan, pencapresan Ical di 2014 perlu dievaluasi pada Juni 2013, atau setahun setelah penetapan. Evaluasi itu untuk melihat hasil kerja selama setahun, apakah elektabilitas Ical sudah naik atau tidak.
Bila elektabilitas Ical tak kunjung naik, kata dia, maka perlu diambil satu langkah-langkah strategis. Bahkan, pendapat Akbar ini dituangkan dalam surat yang ditujukan ke DPP Partai Golkar.
(maf)