Surat Wantim bukan untuk pendongkelan Ical
Rabu, 19 Desember 2012 - 14:48 WIB
Surat Wantim bukan untuk pendongkelan Ical
A
A
A
Sindonews.com - Diduga, munculnya surat Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tanjung kepada DPP Partai Golkar, agar elektabilitas Aburizal Bakrie (Ical) bisa meningkat sampai Juli 2013, karena adanya isu pendongkelan Ical sebagai calon presiden dari Golkar.
Pengamat politik Fadjroel Rachman mengatakan tidak tepat jika munculnya surat tersebut untuk mendongkel kursi Ical sebagai capres Golkar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Menurut saya surat tersebut kurang tepat bila dikatakan ada maksud untuk pendongkelan. Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar (PG) Akbar Tanjung mengeluarkan surat tersebut sebenarnya hanya ingin memberikan peringatan terhadap Ical dan Golkar secara keseluruhan," kata Fadjroel saat dihubungi Sindonews, Rabu (19/12/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika pencalonan Ical ini tidak dijalankan serius oleh seluruh kader partai berlambang pohon beringin itu, maka kedepannya Golkar akan makin hancur.
"Bisa jadi Golkar makin tenggelam," pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG Aburizal Bakrie merespon surat dari Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung. Menurutnya, surat tentang evaluasi pencalonan presiden (pencapresan) dirinya tidak harus diikuti oleh DPP Partai Golkar.
"Soal surat evalusi keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tentang pencapresan, itu kan boleh didengar boleh tidak atau wajib didengar tapi tidak wajib diikuti," ujarnya usai menghadiri Peringatan Hari Belanegara dan Silaturahmi Purnawirawan TNI-Polri dan Golkar di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Pria yang biasa disapa Ical ini menegaskan, Dewan Pertimbangan tidak berhak memaksa DPP untuk mengubah keputusan yang telah dibuat melalui forum resmi. Dewan pertimbangan hanya berwenang memberi nasihat ataupun tempat meminta nasihat bagi DPP partai.
"Mereka memberi nasihat atau kita meminta nasihat. Itu sangat baik dan DPP yang kemudian mengambil keputusannya," tegasnya.
Pengamat politik Fadjroel Rachman mengatakan tidak tepat jika munculnya surat tersebut untuk mendongkel kursi Ical sebagai capres Golkar di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
"Menurut saya surat tersebut kurang tepat bila dikatakan ada maksud untuk pendongkelan. Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar (PG) Akbar Tanjung mengeluarkan surat tersebut sebenarnya hanya ingin memberikan peringatan terhadap Ical dan Golkar secara keseluruhan," kata Fadjroel saat dihubungi Sindonews, Rabu (19/12/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, jika pencalonan Ical ini tidak dijalankan serius oleh seluruh kader partai berlambang pohon beringin itu, maka kedepannya Golkar akan makin hancur.
"Bisa jadi Golkar makin tenggelam," pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG Aburizal Bakrie merespon surat dari Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung. Menurutnya, surat tentang evaluasi pencalonan presiden (pencapresan) dirinya tidak harus diikuti oleh DPP Partai Golkar.
"Soal surat evalusi keputusan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) tentang pencapresan, itu kan boleh didengar boleh tidak atau wajib didengar tapi tidak wajib diikuti," ujarnya usai menghadiri Peringatan Hari Belanegara dan Silaturahmi Purnawirawan TNI-Polri dan Golkar di Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Pria yang biasa disapa Ical ini menegaskan, Dewan Pertimbangan tidak berhak memaksa DPP untuk mengubah keputusan yang telah dibuat melalui forum resmi. Dewan pertimbangan hanya berwenang memberi nasihat ataupun tempat meminta nasihat bagi DPP partai.
"Mereka memberi nasihat atau kita meminta nasihat. Itu sangat baik dan DPP yang kemudian mengambil keputusannya," tegasnya.
(maf)