Racauan Tan Zainudin

Jum'at, 14 Desember 2012 - 07:12 WIB
Racauan Tan Zainudin
Racauan Tan Zainudin
A A A
Hubungan Indonesia-Malaysia kembali terusik. Riak teranyar muncul terkait hinaan mantan Menteri Penerangan Malaysia Tan Sri Zainudin Maidin terhadap mantan Presiden BJ Habibie, dengan menyebutnya sebagai “the Dog of Imperialism”.

Pernyataan melecehkan tersebut disebarkan Zainudin melalui artikelnya yang dimuat di koran Utusan Malaysia. Dalam tulisan yang berjudul “Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim”, Zainudin juga menyebut mantan menteri riset dan teknologi itu sebagai sosok pengkhianat negara atas lepasnya Timor Timur dari Indonesia. Penghinaan terhadap Habibie tersebut memang pantas menimbulkan reaksi di TanahAir.

Penggunaan kalimat the Dog of Imperialism sangat kasar secara tata bahasa.Siapa pun orang yang menjadi objek sarkasme dengan pilihan kata yang digunakan adalah “dog” pasti akan tersinggung, apalagi ini disematkan kepada seorang mantan presiden yang dihormati dan dicintai rakyatnya. Terlebih, tudingan itu sama sekali tidak berdasarkan fakta bahwa pelopor industri penerbangan Indonesia itu betul-betul bertindak sebagai kaki tangan imperialisme Barat dalam kasus lepasnya Timor Timur,seperti dimaksud Zainudin.

Walaupun memancing kemarahan di masyarakat, Habibie sendiri menunjukkan sikapnya yang bijaksana,tidak meluapkan kemarahannya atau menunjukkan emosinya sama sekali. Malah, tokoh asal Parepare,Sulawesi Selatan itu menganggap hinaan itu sebagai pujian: bahwa dia (Zainudin) berjam-jam memikirkan Anda,sedangkan Anda tidak sedetik pun memikirkan dia.

Habibie tampaknya paham betul bahwa dirinya tidak perlu menggubris pernyataan orang yang sedang meracau (atau dalam bahasa Jawa nglindur), karena apa yang sedang diucapkannya tanpa alasan yang jelas dan sama sekali tidak mempertimbangkan kemungkinan dampak yang ditimbulkannya. Atau mungkin Habibie sudah tahu bahwa si Zainudin sedang kalap karena mengetahui musuh politiknya,Anwar Ibrahim,dekat dengan dirinya.

Dengan demikian, tanpa disadari, Zainudin menunjukkan sikap post power syndrome seolah-olah dia masih menjadi corong rezim atau sebaliknya dia sedang “setor muka” dengan segala cara, agar bisa kembali masuk lingkaran elite di Negeri Jiran tersebut. Lebih jauh,mungkin tokoh yang mendapat julukan Mr.Crackitu paham bahwa level demokrasi di Malaysia masih jauh dibandingkan di Indonesia.Para elite politik di negeri tersebut masih belum bisa memahami bahwa mengeluarkan pendapat, berkumpul, dan berserikat merupakan prasyarat dasar dari demokrasi.

Maka ketika Anwar Ibrahim bertemu dan berdiskusi dengan dirinya, yang muncul adalah reaksi keras yang mengekspresikan ketakutan berlebihan, sehingga kemudian keluarlah rangkaian kalimat yang bukan hanya tidak mencerminkan etika demokrasi, melainkan juga tidak mencerminkan yang bersangkutan pernah mengenyam pendidikan dan mendapatkan pelajaran tata krama.

Dengan demikian, reaksi Ketua DPR Marzuki Alie yang menyebut masyarakat Indonesia patut berbangga karena terbukti jauh lebih berbudaya,lebih beretika,dan tidak pernah mengurusi apa yang menjadi urusan negara lain,sungguhlah tepat. Meski Habibie tidak mempersoalkan pernyataan Zainudin, bukan berarti bangsa ini, terutama pemerintah,kemudian hanya diam dan menganggap hinaan itu sebagai angin lalu.Pemerintah harus menyampaikan protes keras karena bagaimanapun Habibie adalah simbol negara. Protes keras diarahkan agar ucapan atau perilaku serupa tidak terulang.

Langkah yang ditunjukkan DPR dengan mengirim surat protes sudah tepat.Substansi protes yang meminta pemerintah Malaysia agar mendidik masyarakatnya untuk bersikap layaknya negara yang bersahabat dan memiliki budaya ketimuran, harus disampaikan agar hubungan harmonis antara kedua negara bisa terjaga.●
(mhd)
Berita Terkait
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Berita Terkini
APH Didorong Usut Tuntas...
APH Didorong Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus
Sekjen PKS: Pemilih...
Sekjen PKS: Pemilih Muda Jadi Kunci, Kader Harus Siap Menangkan Pemilu 2029
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
DPR Minta KPK Transparan...
DPR Minta KPK Transparan Usut Kasus Dugaan Gratifikasi Menhut
Pengamat Respons Pernyataan...
Pengamat Respons Pernyataan Hotman Paris: Penetapan Tersangka Tak Perlu Izin ke Presiden
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah...
Kolaborasi CLIK-Muhammadiyah Perkuat Literasi Data dan Keuangan untuk Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved