Ini kejanggalan bailout Bank Century versi JK
Kamis, 06 Desember 2012 - 16:47 WIB
Ini kejanggalan bailout Bank Century versi JK
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden M Jusuf Kalla (JK) menilai, mega skandal Bank Century penuh dengan kejanggalan. Hal itu terlihat ketika dinyatakan kegagalan penyelamatan Bank Century akan memberikan dampak sistemik kepada perekonomian nasional.
Pasalnya, limbungnya Century disebut karena terjadinya awal krisis, sehingga diperlukan tindak penyelamatan dalam bentuk dana talangan.
“Bank century dianggap gagal sistemik, padahal dia itu hanya bank kecil, lalu kalau karena krisis kenapa hanya satu saja yang kena,” kata Jusuf Kalla usai menghadiri Seminar dan Peluncuran Buku terkait Skandal Century di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (6/12/2012).
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjelaskan, aliran dana yang keluar mencapai Rp6 triliun lebih. Padahal, yang diperlukan untuk menyelamatkan Century hanya Rp600 miliar. Menurutnya kasus ini seperti ada upaya untuk mengulang kembali kasus Bantuan Likuidasi bank Indonesia (BLBI) tahun 1998.
“Jadi bayangkan tingkat rekayasanya. Mulanya Rp600 miliar, kenapa yang keluar Rp6 T. Ini juga karena kejahatan pemiliknya. Janganlah kesalahan orang lain justru diemban rakyat,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kasus Bank Century sebagai salah satu bentuk kejahatan perbankan, diamana aset bank dibawa kabur oleh pemiliknya.
“Jadi tidak ada kaitannya dengan krisis apapun. Kalau dikatakan demi krisis, krisis apa? Jadi bukan karena krisis,” tegasnya.
Pasalnya, limbungnya Century disebut karena terjadinya awal krisis, sehingga diperlukan tindak penyelamatan dalam bentuk dana talangan.
“Bank century dianggap gagal sistemik, padahal dia itu hanya bank kecil, lalu kalau karena krisis kenapa hanya satu saja yang kena,” kata Jusuf Kalla usai menghadiri Seminar dan Peluncuran Buku terkait Skandal Century di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Kamis (6/12/2012).
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini menjelaskan, aliran dana yang keluar mencapai Rp6 triliun lebih. Padahal, yang diperlukan untuk menyelamatkan Century hanya Rp600 miliar. Menurutnya kasus ini seperti ada upaya untuk mengulang kembali kasus Bantuan Likuidasi bank Indonesia (BLBI) tahun 1998.
“Jadi bayangkan tingkat rekayasanya. Mulanya Rp600 miliar, kenapa yang keluar Rp6 T. Ini juga karena kejahatan pemiliknya. Janganlah kesalahan orang lain justru diemban rakyat,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, kasus Bank Century sebagai salah satu bentuk kejahatan perbankan, diamana aset bank dibawa kabur oleh pemiliknya.
“Jadi tidak ada kaitannya dengan krisis apapun. Kalau dikatakan demi krisis, krisis apa? Jadi bukan karena krisis,” tegasnya.
(maf)