Di ujung jalan, menteri harus maksimalkan KIB II
Sabtu, 01 Desember 2012 - 17:11 WIB
Di ujung jalan, menteri harus maksimalkan KIB II
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengimbau agar para menteri untuk tetap fokus pada pekerjaannya dan tidak terpengaruh pada pemilihan umum 2014 dinilai sebagai suatu tindakan yang wajar.
Menurut Pengamat Politik Siti Zuhro himbauan SBY tersebut merupakan sebuah langkah antisipasinya mengamankan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II (KIB II) yang sudah berada di ujung jalan.
"Ini kan sudah diujung selesainya KIB II, memang sudah seharusnya para menteri untuk fokus dalam kinerjanya," ujar Siti saat dihubungi Sindonews, Sabtu (1/12/2012)
Pasalnya terpengaruhnya para pembantu presiden itu dengan ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2014 nanti, dinilainya bisa membuat KIB II jeblok.
"Di 2014 itu sudah menjadi agenda politik fraksi untuk menyiapkan partainya dalam pemilihan presiden. Apalagi ketua umum banyak yang merangkap jabatan di kementrian," tambahnya.
Lebih lanjut, Siti mengatakan bobroknya KIB II tercermin dari laporan-laporan mengenai 'nakal'nya menteri di tubuh kabinet itu.
"Dan realitasnya pun memang KIB II ini belum berjalan maksimal. Terbukti dengan laporan-laporan yang diberikan oleh Dahlan Iskan dan Dipo Alam," pungkasnya.
Menurut Pengamat Politik Siti Zuhro himbauan SBY tersebut merupakan sebuah langkah antisipasinya mengamankan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II (KIB II) yang sudah berada di ujung jalan.
"Ini kan sudah diujung selesainya KIB II, memang sudah seharusnya para menteri untuk fokus dalam kinerjanya," ujar Siti saat dihubungi Sindonews, Sabtu (1/12/2012)
Pasalnya terpengaruhnya para pembantu presiden itu dengan ajang pemilihan presiden (Pilpres) 2014 nanti, dinilainya bisa membuat KIB II jeblok.
"Di 2014 itu sudah menjadi agenda politik fraksi untuk menyiapkan partainya dalam pemilihan presiden. Apalagi ketua umum banyak yang merangkap jabatan di kementrian," tambahnya.
Lebih lanjut, Siti mengatakan bobroknya KIB II tercermin dari laporan-laporan mengenai 'nakal'nya menteri di tubuh kabinet itu.
"Dan realitasnya pun memang KIB II ini belum berjalan maksimal. Terbukti dengan laporan-laporan yang diberikan oleh Dahlan Iskan dan Dipo Alam," pungkasnya.
(rsa)