Berdoa dan bersiap hadapi banjir

Jum'at, 23 November 2012 - 10:08 WIB
Berdoa dan bersiap hadapi...
Berdoa dan bersiap hadapi banjir
A A A
Banjir lagi, banjir lagi. Musibah tahunan itu mulai kembali menyapa warga Jakarta seiring datangnya musim hujan. Kemarin sejumlah kawasan di daerah aliran Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan sudah terendam air bah, baik yang disebabkan tingginya curah hujan di Jakarta maupun kiriman dari Bogor.

Hampir bisa dipastikan, ancaman banjir akan semakin besar pada hari-hari ke depan. Berdasar ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak curah hujan akan terjadi pada Januari-Februari 2013 nanti. Bahkan, jika melihat siklus banjir lima tahunan, bukan tidak mungkin banjir skala besar yang pernah melumpuhkan Ibu Kota pada 2002 dan 2007 lalu akan kembali terulang musim penghujan kali ini.

Siapkah Jakarta dan warganya mengantisipasi kemungkinan itu? Melihat banjir yang sudah menerjang pada awal musim kali ini, jawabannya belum siap. Banjir Kanal Timur (BKT) memang mampu mengurangi luapan Sungai Ciliwung, tetapi mengatasi banjir butuh penanganan lebih kompleks, dari infrastruktur hingga mentalitas warga. Setelah pembangunan BKT selesai relatif tidak terlihat adanya langkah sistematis Pemprov DKI Jakarta maupun pemerintah pusat untuk menyelesaikan problem abadi ini.

Normalisasi 13 sungai yang melintas di Jakarta masih berjalan lambat dan terkesan formalitistis,sehingga ketika musim hujan datang sungai tidak mampu menampung kenaikan debit air dan kemudian luapannya menerjang perkampungan warga. Perbaikan drainase juga sama,lamban dan tidak menunjukkan perbaikan. Air hujan yang semestinya bisa teralirkan ke sungaisungai mengumpul di titik perkampungan atau sudut kota yang posisinya lebih rendah, hingga lantas membentuk genangan air.

Jika kita membuka kembali berita media massa saat musibah banjir pada 2011 lalu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga merencanakan akan membangun waduk penampung air di sejumlah titik di Jakarta atau di wilayah penyangga seperti Waduk Ciawi yang sudah diagendakan sejak 2006, hingga musim hujan kembali menyapa setahun kemudian belum juga terlihat implementasinya.Semuanya hanya sebatas wacana.

Pemprov DKI maupun pemerintah pusat juga belum menunjukkan keseriusan menyelesaikan banjir secara sistematis dengan merangkul atau melibatkan daerah hulu sungai seperti Bogor, Cianjur,atau Sukabumi, di antaranya dengan bersama-sama untuk melakukan konservasi hutan, normalisasi daerah aliran sungai, menghidupkan situ-situ yang terfermentasi oleh erosi tanah atau program-program untuk mengatasi banjir lainnya. Semuanya masih wacana yang timbul tenggelam seiring dengan datangnya musim hujan.

Dengan fakta demikian,warga DKI Jakarta hanya bisa berdoa agar tetap tidur nyenyak dan rumah tempat tinggal mereka tidak ditenggelamkan banjir kiriman. Warga bisa bersiap-siap menghadapi banjir datang menerjang setiap saat.Warga hanya bisa berdoa dan bersiap-siap karena pemerintah tidak pernah serius melakukan intervensi sistemik untuk menyelesaikan problem tersebut. Di sisi lain, harus diakui warga juga berkontribusi terhadap terjadinya banjir.

Lihat saja sungai maupun saluran drainase masih dipenuhi sampah akibat mereka membuang limbah rumah tangga di sembarang tempat. Sebagian warga juga masih senang tinggal di bantaran sungai dan berbagai upaya pemindahan yang dilakukan Pemprov DKI sering menemui kegagalan. Jika demikian faktanya, bukanlah bencana yang menghantui Jakarta di tiap musim hujan, tapi bencana yang sengaja mereka undang dan mereka lestarikan.●
(ysw)
Berita Terkait
Sudah Saatnya Harga...
Sudah Saatnya Harga BBM Turun
Bahan Pangan Aman, Distribusi...
Bahan Pangan Aman, Distribusi Bisa Tersendat
Korona dan Kebangkitan...
Korona dan Kebangkitan Produk Dalam Negeri
Mengandalkan Sektor...
Mengandalkan Sektor Konsumsi
Mendata Masyarakat Miskin...
Mendata Masyarakat Miskin Baru
Reaktivasi Rumah Ibadah...
Reaktivasi Rumah Ibadah Tak Cukup Regulasi
Berita Terkini
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Boyamin: Penetapan Tersangka...
Boyamin: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Tak Perlu Izin Presiden, Ini Aturannya
Kasus Febrie, Pakar...
Kasus Febrie, Pakar Minta Kejagung Waspada Upaya Mengaburkan Kepemilikan Uang dan Emas
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved