Golkar tak berani 'bermain' dalam verifikasi
Jum'at, 16 November 2012 - 16:01 WIB
Golkar tak berani 'bermain' dalam verifikasi
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golkar menyatakan tidak pernah melakukan 'permainan' dalam verifikasi administrasi maupun verifikasi faktual selama ini.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Nurul Arifin mengungkapkan, ketidaklolosan Golkar dalam verifikasi faktual pertama, membuktikan mereka memberikan data dan fakta sesuai yang dimiliki.
Tak hanya itu, Nurul juga mengatakan jika ketidaklolosan partai berlambang pohon beringin itu bukan karena tidak ada dalam keterwakilan perempuan, namun dikarenakan yang bersangkutan tengah ada urusan lain.
"Golkar tidak berani bermain-main, bukti di presentase perempuan kemarin pada verifikasi faktual pertama kita tidak lolos, itu bukti kita berikan apa adanya. Tapi, bukan karena kita tidak ada keterwakilan, tapi karena yang bersangkutan sedang ada urusan seperti pergi haji pada saat itu," ungkap Nurul, di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2012).
Nurul menegaskan masih ada masa perbaikan yang bisa diikuti Golkar untuk memenuhi persyaratan yang belum dipenuhi sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) waktu itu.
"Kan masih ada perbaikan nantinya, jadi kita enggak khawatir. Kami tidak berani bermain-main, dan saya sebagai orang yang mengetahui verifikasi bisa meyakinkan itu," tukasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tidak mungkin ada partai politik yang berani bermain curang dalam proses verifikasi. Karena satu partai dengan yang lainnya saling mengawasi.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Nurul Arifin mengungkapkan, ketidaklolosan Golkar dalam verifikasi faktual pertama, membuktikan mereka memberikan data dan fakta sesuai yang dimiliki.
Tak hanya itu, Nurul juga mengatakan jika ketidaklolosan partai berlambang pohon beringin itu bukan karena tidak ada dalam keterwakilan perempuan, namun dikarenakan yang bersangkutan tengah ada urusan lain.
"Golkar tidak berani bermain-main, bukti di presentase perempuan kemarin pada verifikasi faktual pertama kita tidak lolos, itu bukti kita berikan apa adanya. Tapi, bukan karena kita tidak ada keterwakilan, tapi karena yang bersangkutan sedang ada urusan seperti pergi haji pada saat itu," ungkap Nurul, di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2012).
Nurul menegaskan masih ada masa perbaikan yang bisa diikuti Golkar untuk memenuhi persyaratan yang belum dipenuhi sesuai dengan ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) waktu itu.
"Kan masih ada perbaikan nantinya, jadi kita enggak khawatir. Kami tidak berani bermain-main, dan saya sebagai orang yang mengetahui verifikasi bisa meyakinkan itu," tukasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, tidak mungkin ada partai politik yang berani bermain curang dalam proses verifikasi. Karena satu partai dengan yang lainnya saling mengawasi.
(rsa)