Tiru Hongkong, KPK bisa rekrut ajudan independen
Jum'at, 09 November 2012 - 09:00 WIB
Tiru Hongkong, KPK bisa rekrut ajudan independen
A
A
A
Sindonews.com - Belajar dari pengunduran diri penyidik dan bahkan ajudan Ketua KPK, Abraham Samad, seharusnya menjadi tamparan keras bagi KPK untuk segera menggunakan penyidik dan juga ajudan yang independen.
Pasalnya, dengan terjadinya peristiwa tersebut jelas menjadi sebuah kendala yang menghambat kinerja KPK dalam melakukan tugas pemberantasan korupsi.
“jika KPK mengikuti strategi KPK Hongkong untuk membersihkan penegak hukum maka tidak ada pilihan kecuali Merekrut ajudan/staf independen atau staf internal,” kata anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).
Mundurnya ajudan Abraham Samad bagian dari resiko ketika institusi Polri dan KPK tengah berseteru, menjadi logis kalau ajudan ketua KPK kembali ke istitusi induknya (Polri).
“Jika dua lembaga berkonflik pasti staf akan memilih aman, menghindari resiko dengan balik pada organisasi induk,” tandasnya.
Pasalnya, dengan terjadinya peristiwa tersebut jelas menjadi sebuah kendala yang menghambat kinerja KPK dalam melakukan tugas pemberantasan korupsi.
“jika KPK mengikuti strategi KPK Hongkong untuk membersihkan penegak hukum maka tidak ada pilihan kecuali Merekrut ajudan/staf independen atau staf internal,” kata anggota Komisi III Eva Kusuma Sundari melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).
Mundurnya ajudan Abraham Samad bagian dari resiko ketika institusi Polri dan KPK tengah berseteru, menjadi logis kalau ajudan ketua KPK kembali ke istitusi induknya (Polri).
“Jika dua lembaga berkonflik pasti staf akan memilih aman, menghindari resiko dengan balik pada organisasi induk,” tandasnya.
(mhd)